Tutup Pabrik, Toyota Diperkirakan Rugi Rp 666 Miliar per Hari
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 16 Maret 2011 13:11 WIB
AP/Shizuo Kambayashi

TEMPO Interaktif, Tokyo - Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang diikuti tsunami memang telah memorakporandakan wilayah utara dan timur Jepang dan diikuti oleh penutupan sementara pabrik produsen mobil. Toyota Motor Co, Nissan Motor dan Honda Motor  memperkecil kerugian dengan mengoperasikan kembali pabriknya.

Namun, kerugian akibat bencana itu masih lebih kecil ketimbang kerugian yang diakibatkan oleh menguatnya nilai tukar yen terhadap mata uang asing khususnya dolar.

"Tren nilai tukar yen selama tiga sampai enam bulan ke depan akibat dari bencana ini akan mempengaruhi tingkat keuntungan pabrikan tersebut," sebut laporan lembaga pemeringkatan Fitch Rating, seperti dilansir Reuters, Rabu (16/3).

Sejak bencana melanda Negeri Matahari Terbit itu, yen telah menguat 3 persen terhadap dolar. Bahkan, pada perdagangan Rabu (16/3) ini, nilai tukar yen terhadap dolar mencapai 80,8 per dolar.

"Besaran nilai tukar itu hampir mendekati rekor penguatan yen terhadap dolar pada 1995 yang tercatat 79,75 yen per dolar," terang lembaga itu.

Potensi kerugian akibat penguatan nilai tukar itu sangat mungkin terjadi, karena lebih dari separuh mobil yang diproduksi di dalam negeri Jepang diekspor ke beberapa negara. Selama ini dari total produk Toyota, 38 persennya diproduksi di Jepang. 

Sebelumnya, Ahad (13/3), Toyota mengumumkan menutup sementara 12 pabriknya dan  berniat membuka kembali pada Rabu (16/3), namun hingga saat ini belum memberi tanda-tanda apakah pabriknya akan dibuka pada Kamis (17/3) besok. Sementara, dengan penutupan pabrik berarti Toyota telah kehilangan 40 ribu unit mobil per hari.

Goldman Sach memperkirakan tingkat kerugian Toyota akibat penutupan pabrik itu mencapai 6 miliar yen atau sekitar Rp 666 miliar per hari. Adapun tingkat kerugian Honda dan Nissan, masing-masing 2 miliar yen atau sekitar Rp 222 miliar saban hari.ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi