Formula Satu Lebih Seru dengan Regulasi Baru
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 27 Maret 2011 10:18 WIB
Pembalap Formula satu McLaren, Lewis Hamilton memimpin didepan sementara Pembalap asal Brazil dari Renault, Nelson Piquet Jr berada dibelakangnya pada latihan sesi pertama Grand Prix Formula satu di Gunung Fuji Raceway Oyama Jepang, Sabtu (11/10). AP
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kompetisi balapan jet darat musim ini memperkenalkan beberapa peraturan baru, yaitu penggunaan sayap bergerak, kembali dipakainya sistem turbo Kinetic Energy Recovery Systems (KERS), serta pemakaian ban Pirelli, yang menggeser Bridgestone sebagai pemasok resmi ban Formula 1.

Regulasi baru itu akan membuat balapan menjadi lebih seru. Para pembalap bisa lebih saling susul dari awal hingga akhir musim. Sistem KERS pernah diterapkan pada 2009, tapi kemudian dilarang pada musim balapan tahun lalu karena penggunaan sistem ini tidak berjalan sukses. 

KERS merupakan komponen baterai yang menyimpan tenaga yang terbuang saat pengereman untuk selanjutnya dimanfaatkan kembali guna melajukan mobil lebih cepat. Yang menjadi persoalan, tambahan alat tersebut membebani mobil F1 yang sudah mengangkut tangki bahan bakar yang lebih besar karena KERS diberlakukan pada saat tidak ada lagi pengisian ulang bahan bakar.

Sedangkan sayap bergerak atau movable wings adalah sayap belakang mobil yang dapat diubah sudutnya supaya mempermudah akselerasi kendaraan, termasuk saat menyalip. Artinya, perangkat sayap itu akan memungkinkan setiap pembalap mengaktifkan lagi sistem F-Duct sehingga menambah daya kecepatan mobil untuk mengejar lawan ketika sedang berada di lintasan lurus.

Namun ada syarat tertentu untuk penggunaan sayap bergerak ini ketika sedang balapan, yaitu hanya digunakan untuk menyalip mobil yang jaraknya kurang dari satu detik di depan. Teknisnya, antara lain, FIA nanti akan menandai lintasan dengan dua garis untuk mengarahkan pembalap yang akan menyalip apakah jaraknya sudah di bawah satu detik atau belum dengan mobil di depannya.

Adapun ban Pirelli, yang memiliki karakter keausan tinggi, memaksa pembalap harus memasuki pit stop minimal 3-4 kali. Kondisi inilah yang membuat grid pembalap akan berubah secara simultan. Hal ini akan memunculkan tontonan yang lebih mengasyikkan bagi para pencinta F1, tapi sebaliknya memberi tekanan ekstra bagi semua pembalap karena cepatnya penurunan daya cengkeram ban di lintasan.

"Pada satu lap, (penurunan) itu mencapai setengah detik, lalu jadi satu setengah detik, selanjutnya dua detik dan tiga detik," kata pembalap Lotus Renault, Vitaly Petrov. "Dapat dipastikan, Anda akan melihat lebih banyak aksi nanti. Ini akan menjadi tontonan menarik," pembalap Red Bull Racing, Mark Webber, menimpali. 

BERBAGAI SUMBER | BASUKI RAHMAT

#F1

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi