Kedatangan All New Nissan Elgrand di Tanah Air Tertunda
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 1 April 2011 23:38 WIB
New Nissan Elgrand (Raju Febrian/TEMPO)
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Nissan Motor Indonesia (PT NMI) mengaku belum bisa memastikan peluncuran resmi Multi Purpose Vehicle (MPV) All New Nissan Elgrand di tanah air setelah gempa dan tsunami melanda sebagian wilayah Jepang. Meski demikian, PT NMI menjamin harga MPV premium itu tidak akan mengalami kenaikan.

"Memang rencananya April ini (peluncuran resmi). Tetapi kami hingga saat ini belum mendapat kabar dari prinsipal Nissan di Jepang. Mungkin Juni (peluncuran resmi)," tutur Teddy Irawan, Deputi Direktur Pemasaran PT NMI saat dihubungi, Jumat (1/4).

Nissan Elgrand generasi terbaru itu sedianya diluncurkan secara resmi pada April ini. Namun sebelumnya, 11 Februari PT NMI telah meluncurkan MPV mewah itu kepada sejumlah jurnalis di Jakarta.

Menariknya, Elgrand yang akan diboyong merupakan varian tertinggi yaitu Higway Star bermesin 3.500 cc dan dibanderol Rp 860 juta on the road. Padahal, saat memperkenalkannya kepada jurnalis pada Oktober 2010, PT NMI mengaku akan membanderolnya Rp 900 juta.

Kala itu, Takayuki Kimura, Presiden Direktur PT NMI menyebut pemesanan sudah bisa dilakukan sejak 10 Februari 2011. Bagi konsumen yang memesansaat itu, diperkirakan sudah bisa menerima unitnya pada April 2011 saat diluncurkan secara resmi.

"Tetapi kondisi di Jepang sendiri saat ini juga masih dalam tahap recovery, sehingga masih banyak kendala . Sehingga untuk menerima April juga sulit," terang Teddy Irawan.

Guna memberikan pengertian kepada para pembeli, kata Teddy, PT NMI akan menghubungi mereka. Bahkan, PT NMI juga menawarkan kepada pembeli yang melakukan pemesanan untuk menarik kembali uangnya bila mereka menghendakinya.

Jumlah pemesan MPV tersebut hingga saat ini terus bertambah. Meski demikian, Teddy enggan menyebut jumlah mereka. Minat konsumen yang cukup tinggi itu dikarenakan harga yang cukup miring, bahkan terpout jauh dari harga yang dibanderol importir umum.

Ihwal harga yang lebih murah itu, Teddy mengatakan karena pada 2011 telah berlaku perjanjian Indonesia Japan Economic Partnership Agreement. Melalui perjanjian tersebut bea masuk impor mobil berkapasitas 3.000 cc atau lebih bisa ditekan hingga menjadi 4- 5 persen.

ARIF ARIANTO

 

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi