Kegembiraan Berlipat Pedrosa  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 2 Mei 2011 16:04 WIB
Dani Pedrosa. AP Photo/Antonio Calanni
TEMPO Interaktif, Estoril - Kemenangan Dani Pedrosa pada balapan MotoGP Portugal di Estoril, Minggu (1/5) malam WIB, membawa kebahagiaan berlipat bagi pembalap Honda itu.

Selain berdiri di podium urutan pertama, yang membuat pembalap asal Spanyol ini sangat girang adalah cedera di bahunya yang sudah mulai pulih. Pascainsiden kecelakaan di Motegi, Jepang, tahun lalu, telah menyebabkan ia mengalami banyak gangguan dalam menjalani latihan dan balapan.

Pun begitu sebelum adu kecepatan pada seri ketiga musim ini di Sirkuit Estoril. Kubu Pedrosa mencemaskan kondisi kebugaran pembalap berusia 25 tahun ini. Kekhawatiran itu terjawab setelah Pedrosa mampu tampil prima dengan memberi perlawanan sengit terhadap Jorge Lorenzo. Bahkan akhirnya sang juara di Jerez, Spanyol, 3 April lalu itu --yang memimpin jalannya lomba sejak start dimulai-- berhasil ditaklukkannya.

"Kemenangan itu super tapi aku bisa katakan bahwa saat balapan masih berlangsung dengan Jorge, aku sudah dapat tersenyum karena sangat senang dengan kondisi lenganku saat ini," kata Pedrosa.

Usaha Pedrosa untuk memulihkan cederanya itu dengan memanfaatkan senggang waktu antara balapan di Jerez dengan di Estoril, membuahkan hasil. Pedrosa yang pada usia 19 tahun telah menjadi juara termuda di kelas GP250 ini menjalani operasi lanjutan untuk mencabut pelat pada tulang bahunya.

Selang tiga hari setelah balapan di Jerez, dia menjalani operasi di Centro Medico Teknon untuk melepas plat titanium pada bahunya serta melepas sekrup dari tulang bahu untuk mengurangi tekanan pada arteri subklavia. Tujuan operasi ini untuk menghilangkan keluhan mati rasa pada bagian tangan.

"Oke, otot aku memang masih terasa nyeri, tapi tidak mati rasa atau lainnya. Aku berpikir, kalau di balapan ini aku juara kedua aku akan sangat senang karena sepertinya masalah sudah hilang," ujarnya. "Jadi aku super senang, balapannya luar biasa."

Pedrosa yang berhasil menyalip Lorenzo beberapa putaran sebelum finis mengakui bahwa Lorenzo adalah lawan yang sangat tangguh. "Jorge membuat balapan menjadi sangat sengit dan membuat jadi lebih menarik," katanya.

Pedrosa, yang pada usia 21 tahun sudah naik ke MotoGP dengan prestasi yang membanggakan, dengan rendah hati menganggap kemenangan yang dicapainya ini berkat hasil kerja tim medis yang baik.

"Terima kasih kepada seluruh dokter dan fisioterapis yang membantu saya hingga merasa fit di sini, meski masih sedikit nyeri, tapi ini berkat bantuan mereka semua."

AUTOSPORT | BASUKI RAHMAT

#MotoGP

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi