Naik Motor Lebih Berbahaya Ketimbang Meluncur di Atas Tali  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 11 Mei 2011 01:21 WIB
Kecelakaan kendaraan bermotorFoto : TEMPO/Dinul Mubarok
TEMPO Interaktif, London - Hasil survei yang dirancang oleh pakar dari Universitas Cambridge, Inggris, ini patut kita renungkan. Jajak pendapat yang digelar di negeri itu menyebut, bersepeda motor memiliki risiko dua kali lebih besar ketimbang bermain berseluncur di tali (atau di Indonesia disebut permainan flying fox).

Bahkan, risiko lebih besar dibanding berolahraga selam, scuba diving. Risiko bersepeda motor tiga kali lipat ketimbang olah raga itu. Penelitian tersebut dilakukan dengan membandingkan beberapa kegiatan olahraga berisiko, dengan delapan perjalanan menggunakan sepeda motor melalui rute dan kondisi jalan yang berbeda.

"Survei itu dirancang dengan membandingkan antara kegiatan olahraga berisiko dengan perjalanan bersepeda motor delapan jam dengan rute yang berbeda," bunyi pernyataan tim penelitian seperti dilansir motorcyclenews.com dan bbc.co.uk, Selasa, 10 Mei 2011.

Survei yang bertajuk "The Big Risk Test" dan dilakukan melalui situs resmi BBC itu menggunakan data kecelakaan yang terjadi pada tahun sebelumnya sebagai pembanding risiko bersepeda motor. Responden diminta untuk menuliskan tingkat risiko dengan skala 0 - 20.

Angka 20 merupakan indikator tingkat risiko yang sangat fatal. Hasilnya, sebagian besar responden memberikan angka 16 untuk kegiatan bersepeda motor. Angka 8 diberikan untuk kegiatan meluncur di atas tali atau flying fox.

Adapun kegiatan panjat tebing diberi angka enam. Sementara, kegiatan scuba diving diberi skor lima.

Tim peneliti juga mengajukan pertanyaan, untuk panjat tebing, scuba diving, meluncur di atas tali dan bersepeda motor, berapa banyak yang akan mati jika satu juta orang melakukannya sekali? Responden memberikan jawaban, dalam jarak 100 mil atau 160 kilometer terdapat delapan kali orang meregang nyawa atau rata-rata 12, 4 mil atau sekitar 19,8 kilometer.

Profesor David Spiegelhalter, guru besar Universitas Cambridge, yang perancang survei itu, mengatakan skor 16 yang diberikan oleh para responden itu di luar dugaan dan jauh di atas skor risiko yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris. Pemerintah negeri itu hanya menetapkan tingkat risiko bersepeda motor di angka 14.

"Angka-angka yang diberikan responden itu bukan peringkat, (angka itu) merupakan (gambaran) apa yang lebih berbahaya," kata dia.ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi