15 Produsen Mobil Tolak Bensin Campur Etanol
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 7 Juli 2011 14:41 WIB
thecarconnection.com

TEMPO Interaktif, Washington - Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat pada beberapa waktu lalu telah menyetujui ketentuan bahan bakar alternatif berupa campuran antara bensin dengan 15 persen etanol untuk kendaraan bermotor. Beberapa alasan yang disodorkan lembaga itu adalah semakin langkanya bahan bakar fosil dan polutan yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

Namun, seperti dilansir thecarconnection.com, Kamis, 7 Juli 2011, sebanyak 15 produsen mobil menolaknya. Beberapa di antaranya adalah Chrysler Group LLC, Ford Motor Company, Toyota Motor Corporation, BMW, Mercedes-Benz, Honda Motor Company, Hyundai Motor Company, Kia Motors Corporation, Mazda Motor Corporation, Nissan Motor Company, dan Volkswagen AG.

"Selain berpotensi menyebabkan kerusakan pada mesin, kinerja bahan bakar campuran (E15) itu juga tidak sebesar bensin biasa," bunyi pernyataan bersama 15 produsen tersebut.

Alhasil, penggunaan bahan bakar pun lebih banyak atau lebih boros. Hal itu berarti para pemilik harus rela merogoh koceknya lebih dalam untuk membeli bahan bakar. Bila itu terjadi, maka jaminan ketahanan mesin dan efisiensi bahan bakar yang dijanjikan para pembuat mobil di produknya tidak akan terbukti.

Sebagai bentuk protes, para produsen tersebut melayangkan surat kepada anggota Senat dari Partai Republik, James Sensenbrenner. Senator itu berjanji akan memaksa EPA untuk menarik persetujuannya terhadap usulan penggunaan E15 yang diajukan Pemerintah Amerika Serikat.

Sejatinya, ketentuan itu telah menetapkan bahwa penggunaan E15 hanyalah untuk mobil penumpang terbaru. Bahan bakar itu dilarang untuk digunakan pada sepeda motor, kendaraan berat, kendaraan untuk off-road, perahu dan Snowmobiles, mesin pemotong rumput dan gergaji, dan mobil yang dibuat sebelum tahun 2000, serta pikap.

Rencananya, ketentuan itu mulai diberlakukan di Negeri Abang Sam pada musim panas tahun ini.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi