Delapan Tanda Anda Harus Pensiun Mengemudi  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 14 Juli 2011 13:20 WIB
omsh.com

TEMPO Interaktif, Washington - Mengemudikan mobil bagi sebagian orang merupakan salah satu upaya menjaga kebugaran, baik fisik maupun psikis. Pasalnya, dengan mengemudi, saraf motorik untuk menjaga kemampuan refleks anggota tubuh tetap terlatih.

Begitupun dengan kemampuan otak untuk mencegah Alzheimer atau kepikunan. Melalui mengemudi serta menelusuri rute yang berubah, kemampuan kognitif dan sensorik di otak juga akan tetap terasah.

Namun, bagi mereka yang berusia lanjut, ada batasan-batasan tertentu kapan harus menghentikan kegiatan mengemudi sendiri. “Dengan begitu, mereka memerlukan bantuan orang lain (sopir pribadi) untuk mengemudikan mobil,” demikian salah satu pernyataan hasil penelitian Lembaga Keselamatan Jalan Raya (NHTSA) Amerika Serikat seperti dilansir HealthDay News dan newson6.com, Kamis, 14 Juli 2011.

Sedikitnya ada delapan pertanda Anda harus segera pensiun mengemudikan mobil. Di antaranya:

1. Kerap lupa atau tiba-tiba merasa asing dengan rute yang sebelumnya biasa dilalui.

2. Banyak goresan atau luka maupun penyok di mobil karena kendaraan sering menyerempet atau terbentur kendaraan lain atau benda-benda lainnya.

3. Sering mendapatkan bukti pelanggaran (tilang) dari aparat penegak hukum karena berbagai pelanggaran yang tidak Anda sadari. Pelanggaran bisa karena salah arah, salah jalur, tidak tepat parkir, hingga mengemudi dengan laju atau kecepatan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

4. Kerap mengalami atau nyaris mengalami kecelakaan. Meski tingkat kecelakaan itu kecil, hal itu mengindikasikan menurunnya konsentrasi, aspek koginitif, saraf sensorik, ataupun motorik.

5. Adanya rekomendasi dari dokter bahwa Anda harus meminum obat tertentu terkait suatu penyakit atau gejala penyakit. Pasalnya, meminum obat tertentu bisa memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap menurunnya konsentrasi.

Indikasi yang paling umum adalah timbulnya rasa kantuk yang amat sangat. Orang mengantuk saat mengemudi akan kehilangan kesadaran dan sama bahayanya dengan orang yang menenggak alkohol.

6. Pandangan kabur. Beberapa responden yang ditemui dalam penelitian NHTSA mengaku, melihat marka jalan tiba-tiba berukuran lebih besar dari ukuran yang semestinya. Meski telah dibantu dengan kacamata, pandangan seperti itu tetap terjadi.

7. Menggeber mobil tanpa sadar. Kejadian seperti itu sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Hal itu terjadi karena kemampuan sensorik dan reflek anggota tubuh yang mulai menurun.

Bila tiba-tiba mengalaminya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Bila ternyata benar bahwa daya refleks dan sensorik telah menurun, sebaiknya gunakan jasa sopir pribadi.

8. Tak lagi mendengar deru mesin dan klakson kendaraan lain. Umumnya, seiring dengan bertambahnya usia kemampuan organ pendengaran juga mengalami penurunan.

Bila kemampuan itu telah menurun drastis, sebaiknya percayakan urusan mengemudi kepada orang lain. Itu menandakan Anda sudah tidak tak bisa lagi dengan jelas mendengar deru mesin atau klakson kendaraan lain yang ada di sekitar mobil Anda.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi