Berisiko, Yamaha Tiadakan Mudik Bareng Bermotor  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 10 Agustus 2011 09:37 WIB
Pemudik bermotor di kawasan Nagreg. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) tahun ini tidak menyelenggarakan mudik bareng dengan konvoi sepeda motor menuju daerah tujuan. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan di sepanjang perjalanan.

“Kami sebagai produsen sekaligus distributor sepeda motor tidak hanya memikirkan aspek penjualan, tapi juga aspek keselamatan,” ujar Dynosius Betti, Presiden Direktur PT YMKI di Jakarta, Selasa malam, 9 Agustus 2011.

Kondisi jalanan yang penuh sesak dengan segala jenis kendaraan pemudik, kata Dyon, sangat rentan memicu kecelakaan. Sementara jarak yang harus ditempuh pemudik berpotensi menyebabkan menurunnya tingkat konsentrasi pengguna motor.

Sebagai gantinya, PT YMKI menyediakan truk untuk mengangkut sepeda motor pemudik dan bus sebagai sarana pengangkut pemilik motor. “Kami akan mengantarkan pemudik hingga Yogyakarta dan Semarang. Pendaftaran calon pemudik kami buka 25 Agustus dengan uang pendaftaran Rp 50 ribu,” kata Indra Dwi Sunda, Manajer Komunikasi Perusahaan PT YMKI.

Catatan lembaga Road Safety Association (RSA) menunjukkan mudik bareng pengguna sepeda motor dengan cara baru itu mampu menekan jumlah angka kecelakaan cukup signifikan. Data lembaga itu menunjukkan pada 2010 jumlah kecelakaan saban hari saat mudik mencapai 50 kasus.

“Dari jumlah itu 70-80 persennya adalah pengguna sepeda motor. Tapi pada 2010, setelah ada mudik bareng gaya baru itu, jumlah kecelakaan menurun 20 kasus per hari,” ujar Edo Rusyanto, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan RSA.

Tahun ini jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik mencapai 4,1 juta unit, dan jumlah penggunanya, baik pengendara maupun pembonceng, mencapai 8,3 juta orang. “Ada kenaikan yang cukup signifikan,“ kata Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan.

Tahun lalu jumlah sepeda motor yang digunakan mudik mencapai 3,6 juta unit dengan jumlah penumpang mencapai 7,2 juta orang.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi