Honda Gelar Mudik dan Balik Bareng Tanpa Konvoi
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 11 Agustus 2011 08:18 WIB
Posko Honda

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) tahun ini kembali menggelar program mudik dan balik bareng Lebaran 2011. Seperti sebelumnya, mudik dan balik itu tidak dilakukan dengan konvoi sepeda motor.

“Aspek keselamatan serta ketertiban di jalan selama musim mudik dan balik merupakan alasan kami menggelar program ini,” tutur Istiyani Susriyati, General Manager Honda Customer Care Center AHM, di Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2011 malam.

Jalanan yang penuh sesak dengan jarak tempuh yang jauh, kata Istiyani, memiliki risiko yang tinggi bagi keselamatan pengguna motor. Pada sisi lain, karena situasi dan kondisi jalanan yang seperti itu, maka kenyamanan berkendara juga tidak akan terjadi.

“Oleh karena itu, kami mengajak pengguna sepeda motor Honda mudik dan balik bareng tanpa konvoi,” ujar dia.

Artinya, para pemudik berangkat menggunakan bus, sedangkan kendaraan mereka diangkut dengan truk menuju Yogyakarta dan Semarang. Honda menyediakan 22 truk untuk mengangkut 1.100 motor dan 52 bus untuk membawa 2.200 orang untuk menuju dua kota itu. “Pemberangkatan truk pada tanggal 25 dan bus 26 Agustus,” kata Istiyani.

Setibanya di kota tujuan itu, mereka bisa melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing. Honda mensyaratkan mereka untuk menggunakan kelengkapan berkendara secara aman saat mereka melanjutkan perjalanan.

Bagi pemilik motor yang tidak mengikuti program mudik bareng, Honda menyiapkan "Bale Santai Honda" di 42 lokasi yang tersebar di Lampung hingga Bali. Fasilitas itu terdiri atas 18 posko 24 jam dan bengkel AHASS yang beroperasi 16 jam saban harinya. “Kami juga memberi diskon khusus untuk pembelian suku cadang Honda dan servis ringan gratis,” ujar Istiyani.

Adapun untuk program balik yang digelar 3 September, AHM menyediakan dua truk dan empat bus untuk rute Semarang- Jakarta dan sebuah truk dan dua bus untuk Yogyakarta-Jakarta. Namun untuk program balik itu AHM membatasi hanya untuk dua orang dewasa untuk setiap satu buah sepeda motor.

Untuk mengikuti program ini, peserta cukup membayar Rp 50 ribu. “Itu sudah termasuk asuransi kecelakaan sepeda motor maupun pengendara,” ujar Istiyani.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi