Penjualan Toyota Melorot 51 Persen  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 1 Desember 2011 19:39 WIB
Mobil-mobil tenggelam di pabrik Honda di industri Rojana provinsi Ayutthaya, Thailand, Minggu (16/10). Banjir besar terjadi sejak akhir Juli menenggelamkan dua pertiga negara yang menelan lahan pertanian dan jalan raya dengan kerugian mencapai $ 3 miliar dolar. AP Photo/Sakchai Lalit

TEMPO Interaktif, Jakarta - Realisasi penjualan PT Toyota Astra Motor selama bulan lalu anjlok sampai 51,14 persen dibandinglan bulan sebelumnya. Pada Oktober lalu penjualan Toyota mencapai 31.109 unit. "Penjualan pada November kemarin hanya mencapai separuhnya 15.200 unit saja," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto, Kamis 1 Desember 2011.

Menurut Joko, banjir yang melanda Thailand Menyebabkan pasokan mobil Toyota dari negeri itu tersendat. Sebagian produk Toyota yang dijual di Indonesia diimpor utuh (completely built up/CBU) dari sana.

Mobil Toyota yang masih dipasok dari Thailand antara lain Vios, Corolla, Camry, Limo (Vios taksi), mobil double cabin Toyota Hilux, dan Toyota Yaris untuk tipe mobil hatchback.

Penjualan mobil Toyota Yaris yang biasanya mencapai 1.500 hingga 2.000 unit per bulan, November lalu hanya terealisasi tak lebih dari 100 unit. "Hilux dan sedan bahkan hampir 0 (nol) unit penjualannya bulan lalu," ungkapnya.

Pada Oktober lalu penjualan penjualan mobil Toyota yang diimpor secara utuh dari Thailand masih mencapai 4.608 unit. Terdiri dari penjualan Toyota Yaris 1.925 unit, sedan Toyota semua tipe 1.661 unit, dan Hilux 1.022 unit.

Terpuruknya penjualan diperparah oleh masih adanya persoalan teknis di pabrik PT Astra Daihatus Motor karena harus menyesuaikan dengan produksi model baru Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang baru. Persoalan teknis di pabrik tersebut menyebabkan produksi Avanza terpangkas 50 persen tinggal sekitar 7.000 hingga 8.000 unit per bulan. Padahal dalam kondisi normal, produksi bisa mencapai 14.000 hingga 15.000 unit per bulan. "Sehingga penjualan Avanza juga ikut turun," ungkapnya.

Sebelumnya Presiden Direktur PT ADM Sudirman Maman Rusdi sudah menyatakan bahwa sebagai konsekuensi diluncurkannya produk All New Avanza dan All New Xenia, maka perlu ada penyesuaian pada mesin pabrik Astra Daihatsu Motor. Akibatnya, selama masa penyesuaian tersebut maka akan terjadi penurunan produksi sekitar 10.000 unit per bulan. Penurunan produksi tidak hanya terjadi pada mobil Avanza tapi juga pada produksi mobil Daihatsu lainnya seperti Xenia.

AGUNG SEDAYU

#Penjualan Mobil

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi