Chery Indonesia Diresmikan Hari Ini  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 23 Februari 2012 21:46 WIB
President Chery International China Mr. Zhiu Biren (kiri) bersama Presiden Direktur PT. Chery Mobil Indonesia Hosea Sanjaya (kanan) berpose didepan Chery Eastar 2.0L. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Chery International, produsen mobil terbesar di Cina, meresmikan PT Chery Mobil Indonesia, joint venture-nya di Indonesia, hari ini di Jakarta. Mereka melihat potensi pasar otomotif Indonesia yang cukup besar. "Indonesia adalah salah satu pasar terpenting bagi kami," kata Zhou Biren, President of Chery International, dalam sambutannya, Kamis, 23 Februari 2012.

PT Chery Mobil Indonesia akan menjadi distributor resmi produk Chery yang diimpor secara CBU (completely built up) ke Indonesia. Sebelumnya, Chery mendistribusikan produknya melalui PT Suzuki Indomobil. "Mereka telah mantap dengan pasar Indonesia sehingga berani mendirikan perusahaan di Indonesia," kata Bungai Ongo, Managing director PT Chery Mobil Indonesia.

Untuk menunjang penjualan, PT Chery berencana membangun 12 showroom di Indonesia. Empat titik ada di luar Jawa, yaitu Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera dan sisanya ada di Jawa. Pembangunan ini bakal menghabiskan dua sampai tiga miliar rupiah, di luar tanah dan bangunan.

Zhou mengatakan, sampai saat ini pihaknya memang belum membangun pabrik perakitan di Indonesia. "Tapi kami telah berpikir ke arah sana," katanya. Kemungkinan pendirian pabrik tergantung pertumbuhan pasar Indonesia.

"Kalau nantinya penjualan meningkat terus, dan pendirian pabrik di Indonesia adalah pilihan yang ekonomis, kami akan melakukannya," kata Zhou. Mereka juga akan mengusahakan untuk menaikkan persentase komponen lokal sebesar 40 persen, tentunya setelah infrastruktur di Indonesia siap.

Bersamaan dengan peresmian perusahaan, PT Chery juga meluncurkan tiga produk baru mereka, yaitu Eastar 2.0 di kelas MPV, Tiggo 1.6 di kelas SUV, dan TransCab 1.1 di kelas Pick-Up. Hosea Sanjaya, Presiden Direktur PT Chery Indonesia menargetkan penjualan tahun ini 1.000 sampai 1.500 unit.

"Keunggulan produk kami adalah harga yang ekonomis," kata Hosea. Ia mencontohkan, di kelas pick-up mereka mematok harga Rp 88 juta. Padahal, kompetitornya memiliki harga di kisaran Rp 95-99 juta. Sedangkan Easter dibanderol dengan harga Rp 199 juta on the road dan Tiggo Rp 159 juta. Menurut dia, konsumen berinvestasi 20-30 persen lebih rendah dibandingkan membeli produk lain.

Sekalipun ekonomis, Hosea menjamin kualitas Chery tidak buruk. "Buktinya konsumen Chery cukup besar," katanya.

Di Cina, pangsa pasar Chery sebesar 6 persen. Sedangkan di Rusia, produk mereka berhasil terjual sekitar 20 ribu unit.

Pasar terbesar Chery di Asia adalah Malaysia. Dari negeri jiran itulah model Easter dan Tiggo didatangkan. Sedangkan TransCab didatangkan dari Cina.

Easter akan memberi alternatif baru di kelas MPV, selain Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, maupun Suzuki Ertiga, yang akan diluncurkan April ini. Kelas Multi-Purpose Vehicle (MPV) menyumbang persentase terbesar bagi penjualan mobil di Indonesia tahun lalu.

GADI MAKITAN

#Penjualan Mobil

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi