Penjualan Naik, Gaji Bos Nissan Kalahkan Bos Honda  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 27 Juni 2012 12:34 WIB
Carlos Ghosn, President & Chief Executive Officer Nissan Motor Corporation di Jakarta, Selasa (20/9).

TEMPO.CO, Yokohama - Tahun 2011 adalah tahun keberhasilan Nissan. Hal ini tercermin dari terdongkraknya gaji CEO perusahaan ini, menyusul naiknya pamor merek kendaraan ini di sejumlah negara.

Chief Executive Nissan Carlos Ghosn mengaku tahun ini gajinya menjadi 987 juta yen (US$ 12 juta), atau naik 0,5 persen dari tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, standar global gaji CEO industri otomotif dunia adalah US$ 17,5 juta.

Gaji itu lebih tinggi dari para bos Honda. Honda harus menyisihkan 781 juta yen buat 25 pemimpin perusahaan (31 juta yen per orang). Adapun bonus dikucurkan total sebesar 372 juta yen (sekitar 15 juta yen per kepala). Namun gaji itu masih kalah bila dibanding gaji CEO Ford Alan Mulally, yang menerima gaji US$ 27 juta.

Tidak ada pemegang saham yang menyatakan keberatan tentang peningkatan gajinya. Dalam pertemuan Selasa, 26 Juni 2012, mereka menyatakan persetujuannya.

Ghosn mengatakan kepada pemegang saham bahwa Nissan telah bangkit kembali dari keterpurukan akibat bencana gempa bumi dan tsunami di timur laut Jepang dan banjir di Thailand tahun lalu. Nissan, seperti mobil Jepang lainnya, juga menunjukkan pertumbuhan di pasar negara berkembang seperti Indonesia, India, dan Rusia.

Januari-Maret, keuntungan Nissan lebih dari dua kali lipat menjadi 7,53 miliar yen. Penjualan global mencapai 4,85 juta unit, rekor untuk tahun pembukuan yang berakhir Maret. Nissan mengharapkan keuntungan 400 miliar yen untuk tahun bisnis sampai Maret 2013.

Tapi pemegang saham yang mengidentifikasi dirinya hanya dengan nama keluarga Takahashi itu menuntut untuk mengetahui mengapa ia mendapatkan dividen sebesar hanya 20 yen jika Nissan berhasil mencapai tingkat pertumbuhan seperti sekarang.

Ghosn mengatakan kas Nissan jauh di bawah Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co, dan harus lebih bijaksana dalam situasi ekonomi saat ini. Ia mengatakan pemulihan ekonomi Amerika Serikat telah terhenti dan ekonomi Eropa yang terhalang oleh utang yang tinggi membuat langkah-langkah penghematan harus dilakukan.

"Kita menghadapi volatilitas ekstrem," katanya kepada hampir 1.200 pemegang saham di markas Nissan di Yokohama.

Ghosn juga menggerutu tentang penguatan yen, yang mengikis nilai penjualan luar negeri bagi eksportir Jepang seperti Nissan. Dia mengatakan, dia khawatir Nissan mungkin harus mengurangi produksi di Jepang jika pemerintah tidak melakukan sesuatu untuk membawa yen lebih terkendali.

Nissan, yang membuat sedan Altima, Infiniti untuk kelas mobil mewah, dan Leaf untuk lini mobil listrik, kini berkongsi dengan Renault SA dari Prancis. Mereka menghidupkan kembali merek Datsun, yang membantunya tumbuh di Amerika Serikat.

AP | TRIP B

Berita lain:Ini 15 Mobil Bekas TerbaikBus Listrik LIPI Bakal Beroperasi di JakartaMPV Masih Dominasi Permintaan Mobil IndonesiaBus Listrik LIPI Seharga Rp 1,5 MiliarJohnny Darmawan: Target Kami Cuma Adu Teknologi

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi