Peraturan Insentif Mobil Listrik Selesai Pekan ini
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Senin, 27 Agustus 2012 21:03 WIB
MS Hidayat. TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Mohamad Sulaeman Hidayat menyatakan, pembahasan peraturan soal pemberian insentif untuk mobil listrik diharapkan bisa selesai bulan ini. 

“Akhir bulan ini mudah-mudahan sudah bisa selesai peraturan pajaknya,” katanya di Jakarta, Senin, 27 Agustus 2012.

Menteri Hidayat mengatakan peraturan soal mobil listrik tersebut akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden. Peraturan disebutnya akan mencakup soal perpajakan mobil listrik. “Nanti semua peraturan ada di dalam peraturan presiden itu dan sedang saya siapkan,” kata Menteri Hidayat.

Selain soal mobil listrik, Menteri Hidayat menyatakan jika Perpres tersebut nantinya akan mengatur juga soal peraturan low cost green car yang sedang ditunggu oleh produsen mobil. “Jadi semua, termasuk mobil hybrid, dan low cost green car akan masuk di dalam itu,” katanya.

Menurut Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, peraturan soal mobil listrik tersebut masih belum selesai. “Insentifnya masih harus diajukan lagi kepada kementerian-kementerian lainnya,” kata Budi.

Budi sendiri menolak mengatakan kapan insentif yang diatur dalam Perpres itu bisa segera diterbitkan. “Tapi yang jelas tahun ini selesainya,” katanya.

Menurut Budi, keberadaan mobil listrik di Indonesia saat ini masih dalam tahap uji coba. Untuk menjadi sebuah industri, dia mengatakan masih banyak tahapan yang harus segera dilalui oleh mobil listrik tersebut. “Setelah uji coba ada uji kelayakan, lalu yang terakhir baru menjadi sebuah industri,” kata Budi.

Sebelumnya pemerintah menyatakan akan memproduksi massal mobil listrik nasional pada 2014 mendatang. Mobil listrik tersebut nantinya akan diproduksi secara massal dengan kapasitas produksi hingga 10 ribu unit per tahunnya.

Adapun hingga kini pemerintah masih terus mengembangkan prototipe listrik dan menyelesaikan masalah daya tahan baterai.

DIMAS SIREGAR

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi