Mobil Murah di IIMS Laris Manis  
Reporter: Tempo.co
Editor: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Kamis, 27 September 2012 17:52 WIB
Pengumuman kolaborasi Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla di Jakarta, Rabu (19/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Kinerja penjualan mobil murah di ajang Indonesia International Motor Show 2012 cukup mengkilat. Menurut Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, banyak konsumen yang tertarik untuk memiliki mobil murah Daihatsu. “Banyak yang sudah memesan Daihatsu Ayla meski belum resmi dijual,” katanya, Kamis, 27 September 2012.

Hampir semua pengunjung booth Daihatsu menanyakan kapan mobil murah ramah lingkungan itu resmi dipasarkan. Meski belum dijual secara resmi, dia mengatakan pesanan Daihatsu Ayla sudah cukup banyak. “Kalau jumlahnya belum ditotal karena memang langsung kepada dealer pesannya.”

Animo yang tinggi terhadap mobil murah membuat masyarakat tidak segan untuk membayar uang tanda jadi pesanan mobil sebesar Rp 1 juta per unit Ayla. “Kami belum jual karena memang regulasi pemerintah belum ada. Dan kalau ternyata tidak jadi, tentu uangnya akan dikembalikan,” kata dia.

Begitu juga dengan Toyota Agya yang merupakan kembaran dari Daihatsu Ayla. Sebagian besar pengunjung yang sudah memesan mobil Toyota diklaim telah memesan Agya meski belum diluncurkan secara resmi. “Kemungkinan bisa lebih dari 50 persen dari total yang dipesan oleh konsumen,” kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto.

Mobil yang akan diproduksi di Karawang, Jawa Barat, itu menjadi salah satu primadona Toyota dalam gelaran Indonesia International Motor Show 2012. Joko juga belum bisa memastikan kapan mobil murah ramah lingkungan itu bisa dijual kepada masyarakat.

Toyota sendiri dilaporkan telah melayani pesanan kendaraan sebanyak 700 unit hingga kemarin. Jumlah itu disebut-sebut didominasi oleh Toyota Agya yang dipesan sebanyak 460 unit. Namun Joko menolak mengonfirmasi jumlah tersebut. “Kami belum tahu angka pastinya, tapi sepertinya (Agya) lebih dari 50 persen,” kata dia.

Produsen otomotif asal Cina, Geely, juga menyatakan tingginya animo masyarakat terhadap mobil murah. Menurut Ivan Ahmadi, Marketing Sales PT Geely Mobil Indonesia, permintaan mobil Geely Panda MT yang dibanderol seharga Rp 98 juta di luar ekspektasi perusahaan. “Animo masyarakat terhadap Geely tinggi sekali, dan ini di luar perkiraan kami juga,” ujarnya.

Sebagai pemain baru di industri otomotif Indonesia, Ivan menyatakan Geely tidak memasang target tinggi untuk mobil mereka. Karena itu, delapan unit mobil Geely Panda MT yang disiapkan selama IIMS 2012 telah ludes terjual. “Inden dari masyarakat juga sudah sampai bulan Desember 2012,” kata dia.

Sejumlah produsen otomotif juga telah menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan mobil murah mereka di Indonesia. Meski begitu, belum adanya regulasi yang mengatur soal mobil murah ramah lingkungan di Indonesia membuat sejumlah produsen masih enggan untuk memasukkan mobilnya ke Indonesia.

Adapun Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat sebelumnya mengatakan regulasi soal mobil murah ramah lingkungan sudah selesai dirumuskan. Regulasi itu tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan. “Nanti itu akan mengatur semuanya, termasuk mobil listrik, mobil hibrida, dan LCGC sendiri,” ujarnya.

DIMAS SIREGAR

Berita lain:Bea Cukai Beli Anjing Pelacak Rp 450 Juta2015, Instalasi Listrik ke Malaysia TerpasangTingginya Permintaan Dolar AS Lemahkan RupiahHarga Perkantoran Ciputra Naik 55 PersenBPK: Jamsostek Tak Efektif Salurkan Dana Pensiun

#Penjualan Mobil

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi