Agar Juara MotoGP, Pedrosa Perlu 'Bantuan' Stoner  
Reporter: Tempo.co
Editor: Pruwanto
Minggu, 14 Oktober 2012 15:31 WIB
Pembalap MotoGP Honda Dani Pedrosa berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 33,857 detik, unggul 0,018 detik dari Lorenzo dalam sesi kualifikasi Grand Prix San Marino di sirkuit Misano, Italy, 15-9, 2012. REUTERS/Alessandro Bianchi

TEMPO.CO, Jakarta - MotoGP tinggal menyisakan tiga balapan. Peluang juara tinggal dimiliki dua pembalap: Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Selisih poin kedua pembalap Spanyol itu hanya 38 poin.

Dengan tunggangan Yamaha Factory Racing, Lorenzo yang sudah mengantongi 310 poin tetap kandidat terkuat. Sebanyak 150 poin diraih setelah ia menjadi juara di Sirkuit San Marino, Italia, Britania, Catalunya-Spanyol, Monster Energy-Prancis, dan Qatar. Delapan kali runner up dan sekali gagal finis menambah 160 poin lainnya.

Untuk kembali menjadi juara dunia, Lorenzo harus konsisten minimal mengakhiri tiap balapan sisa di belakang Pedrosa. Atau dia harus masuk dua besar dari tiga balapan sisa, dengan asumsi Pedrosa selalu juara di tiga balapan terakhir.

Kalau itu bisa dilakukan, praktis, Lorenzo jadi juara dunia MotoGP 2012. Artinya, dia akan menjadi juara dunia lima kali, dua di antaranya direbut di kelas 250 cc.

Pedrosa sendiri berdasarkan statistik dua tahun terakhir memang masih berpeluang. Walaupun pembalap Repsol Honda ini tak begitu moncer dalam tiga balapan tahun sebelumnya.

Bagi Pedrosa, agar bisa juara dunia untuk pertama kali, harus selalu konsisten berada di atas Lorenzo di tiga besar dan berjarak satu pembalap. Ini bertujuan memangkas jarak 38 poin dalam tiga kali balapan.

Di Malaysia, Lorenzo hanya finis di urutan ketiga setelah Dovizioso dan Valentino Rossi pada musim 2010. Namun hasil itu cukup memastikan Lorenzo meraih juara dunia. Balapan Sepang tahun lalu itu tak dilanjutkan akibat kecelakaan maut yang menewaskan Simoncelli.

Di Australia, rekan Pedrosa, Casey Stoner, selalu menjadi juara dalam dua tahun terakhir. Sedangkan, tahun lalu, Lorenzo tak ikut balapan karena cedera. Dan pada 2010, ia berada di belakang Stoner. Sekembalinya Stoner setelah cedera musim ini, bisa jadi berkah bagi Pedrosa.

Stoner bisa 'menjegal' Lorenzo untuk mengamankan jarak poin rekannya di Repsol Honda. Walaupun performa Stoner belum terlihat maksimal kala berlaga di Sirkuit Montigi Jepang hari ini. Setelah berada di posisi empat, ia melorot ke urutan lima. Itu pun setelah pembalap di depannya tak bisa melanjutkan lomba.

Adapun di Valencia, Stoner dan Lorenzo merupakan juara dalam dua tahun terakhir. Ini akan menjadi peluang bagi Lorenzo memastikan gelar juara. Sementara Pedrosa hanya finis di urutan ke-7 dan ke-5.

Karena itulah Pedrosa bisa juara dunia dengan syarat konsisten dan mendapat 'bantuan' Stoner. Pedrosa pun menyadari hal itu. "Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan (di Montegi), dan ini sedikit mengecewakan karena tak ada pembalap lain di dekat kami. Sebab, setiap kali saya menang, dia selalu berada di urutan kedua," kata dia, seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

WANTO

Berita TerpopulerMessi: Saya Tiru Pirlo dan Ronaldinho Juarai GP Aragon, Pedrosa Jaga Peluang JuaraPedrosa Jatuh, Lorenzo Juara GP San Marino Pulih Cedera, Stoner Balapan Lagi di AustraliaOperasi Otot Kaki Stoner Berjalan LancarRossi Beberkan Kelemahan Motor Ducati

#MotoGP

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi