Bos Tata Motor Tulis Surat Sebelum Ditemukan Tewas
Reporter: Tempo.co
Editor: S Tri P Bud
Senin, 27 Januari 2014 22:37 WIB
Karl Slym

TEMPO.CO, Bangkok - Karl Slym, managing director Tata Motors, menulis secarik surat yang diduga ditulisnya sebelum ia ditemukan tewas. Polisi Thailand menduga pria berkebangsan Inggris ini meninggal karena bunuh diri.

Jenazah pria 51 tahun itu ditemukan oleh staf sebuah hotel bintang lima tempat dia menginap. Dia berada di Bangkok untuk menghadiri pertemuan dewan direksi dari anak perusahaan Tata di Thailand.

Polisi mengesampingkan pembunuhan sebagai penyebab kematian Slym, karena tak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuhnya. Ia diduga jatuh dari jendela kamarnya di lantai 22 Shangri-la Hotel Bangkok, dan jatuh di balkon lantai empat.

Catatan dengan tulisan tangan dilaporkan ditemukan di ruang tempat ia bersama istrinya menginap. Catatan ini kini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand sebagai bagian dari penyelidikan, kata para pejabat kepolisian setempat.

Letnan Polisi Somyot Boonyakeow mengatakan tidak ada tanda-tanda terjadinya kekerasan baik di tubuh Slym maupun ruangan tempat dia menginap. Kamar hotelnya memiliki dua jendela, yaitu jendela besar yang tak bisa dibuka dan jendela kecil yang bisa dibuka. Ia diduga melompat dari jendela kecil itu.

Boonyakeow menyatakan istri Slym akan dimintai keterangan segera. Pornchai Suteerakune, yang mengepalai Institute of Forensic Medicine, akan memimpin otopsi atas jenazahnya.

Slym memimpin Tata Motors pada saat industri otomotif itu sedang bergulat dengan perlambatan usahanya. Ia bergabung dengan perusahaan itu pada tahun 2012 sebagai bagian dari perombakan manajemen utama dan bertanggung jawab untuk memetakan strategi perusahaan untuk mendapatkan kembali momentum di pasar India.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Slym pekan lalu mengumumkan skema pensiun sukarela bagi karyawan untuk menghemat biaya. Pada bulan Desember, penjualan mobil domestik turun 4,52 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,32,561 unit. Penjualan keseluruhan Tata Motors turun sekitar 42 persen menjadi 6.537 unit bulan lalu.

Sebelum bergabung dengan Tata, Slym adalah wakil presiden eksekutif SGMW Motors Cina. Dia pernah memimpin General Motors di India selama 2007-2011. Selama lebih dari dua dekade, Slym malang melintang di dua perusahaan otomotif besar, Toyota dan General Motors, di berbagai posisi di seluruh wilayah.

AP | TRIP B

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi