Teknisi Red Bull Ragukan Desain Moncong F1
Reporter: Tempo.co
Editor: Pruwanto
Kamis, 30 Januari 2014 05:14 WIB
Pembalap tim Redbull Mark Webber memimpin di depan pembalap Mercedes Formula One, Nico Rosberg saat GP Formula 1 Monaco berlangsung (27/5). REUTERS/Max Rossi

TEMPO.CO , Jerez : Otoritas Formula 1 membuat perubahan desain mobil untuk musim balap 2014. Dengan alasan meningkatkan keamanan dan keselamatan, moncong mobil kini dibuat menjadi lebih menukik dan rendah. Namun Adrian Newey, direktur teknik tim Red Bull dan desainer kendaraan yang disegani di dunia Formula 1, justru meragukan desain baru moncong mobil itu.

Otoritas Formula 1 membuat aturan mengurangi tinggi moncong mobil untuk menghindari kemungkinan kendaraan melejit ke atas saat terjadi kecelakaan. Mobil yang melejit ke atas pernah terjadi dalam kecelakaan ketika Mark Webber menabrak bagian belakang mobil Heikki Kovalainen dalam balapan di Valencia beberapa tahun lalu.

Aturan moncong yang lebih rendah membuat khawatir Newey karena jet darat itu bisa menghunjam lebih cepat saat terlibat dalam kecelakaan. Jika seorang pembalap menabrak mobil di depannya, mobilnya justru bisa melesak ke bagian bawah kendaraan yang ditabraknya.

"Akhirnya struktur belakang mobil yang anda tabrak bisa menghantam wajah anda," kata Newey usai sesi uji coba di Jerez, Spanyol, Selasa 28 Januari 2013. "Ini skenario yang lebih buruk."

Beberapa pabrikan sudah memperkenalkan mobil-mobil baru mereka untuk balapan tahun ini. Mayoritas mobil itu memiliki moncong yang rendah dan menukik yang membuatnya terlihat seperti binatang anteater atau pemakan semut. Newey mengatakan desain moncong baru itu mungkin bermanfaat tapi juga menambah bahaya dalam balapan.

"Secara pribadi, aku tak pernah menyukai aturan baru itu. Menurutku, hal itu malah memperbesar kemungkinan munculnya bahaya ketimbang mengurangi resiko kecelakaan," kata Newey.

Pembalap Red Bull, Sebastian Vettel, mengatakan akan selalu ada resiko dalam ajang balapan Formula 1. "Aturan moncong itu dibuat agar mobil tak terangkat saat terjadi kecelakaan dan kuharap kami tak akan mengalami hal itu," kata pembalap yang sudah empat kali juara itu. "Untuk beberapa hal, aturan itu mungkin membantu keselamatan, tapi mungkin juga tidak."

Selain perubahan desain, mobil balap Formula 1 tahun ini juga mengadopsi mesin baru. Mereka menurunkan kapasitas mesin dari sebelumnya 2.4L V8 menjadi 1.6L V6 yang menghasilkan aturan baru terkait aerodinamika mobil balap tersebut.

GUARDIAN | GABRIEL TITIYOGA

Berita TErkaitEcclestone Mundur dari F1, Siapa Penggantinnya?Schumacher Bisa Koma Selamanya  Skandal Suap, Bos F1 Mengaku Tak BersalahBos Formula 1 Mengundurkan DiriSchumacher Diprediksi Tak Akan Bangun dari Koma

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi