Penonton F1 Anjlok,Vettel Dituding Jadi Penyebab
Reporter: Tempo.co
Editor: Nurdin Saleh TNR
Rabu, 5 Februari 2014 05:14 WIB
Pembalap Red Bull Sebastian Vettel mengangkat tropinya setelah memenangkan balapan Formula One (F1) Grand Prix Brasil di sirkuit Interlagos di Sao Paulo, Brasil (24/11). Vettel meraih gelar F1 title keempatnya, pada balapan F1 Brasil diikuti rekan satu tim Mark Webber di tempat kedua dan Fernando Alonso (Ferrari) tempat ketiga. (AP Photo/Felipe Dana)

TEMPO.CO , Jakarta:Juara dunia Formula One empat kali berturut-turut Sebastian Vettel disebut-sebut menjadi biang keladi anjloknya jumlah penonton lomba jet darat ini. Laporan Global Media mencatat sepanjang 2013 jumlah penonton F1 menurun 10 persen atau 50 juta dibandingkan 2012.

Menurut Global Media, dominasi Vettel bersama Red Bull Racing menjadi penyebab utama turunnya jumlah penonton televisi. sepanjang dua musim terakhir.  Musim 2013 hanya 450 juta yang melihat tayangan F1 di televisi. "Angka ini turun dibandingkan 2012 yang menyentuh 500 juta orang," ucap bos F1 Bernie Ecclestone, Selasa, 4 Februari 2014. "Padahal pada 2011 jumlah penonton menyentuh angka lebih tinggi lagi, yaitu 515 juta pasang mata."

Bernie menambahkan, terlalu  awalnya Vettel merebut gelar juara musim lalu menjadi salah satu pemicu menurunnya jumlah penonton. Padahal menjelang dua seri terakhir, seperti di Amerika dan Brazil, stasiun televisi bisa meraup jumlah penonton yang banyak. "Ini membuat kalender balapan 2013 menjadi lebih pendek," ucapnya.

Musim lalu Vettel sukses mengunci gelar juara saat memenangi balapan di seri India. Kala itu balapan masih menyisakan tiga lomba lagi, yaitu seri Abu Dhabi, Amerika, dan Brazil. Di sisi lain, Vettel selalu merebut juara pertama di sembilan seri terakhir.

Oleh sebab itu, untuk menjaga kompetisi tetap sehat, FIA mengubah beberapa regulasi. Salah satunya melipatgandakan poin pembalap yang juara di seri penutup. Peserta F1 juga mesti mengurangi kapasitas mesin mobilnya. "Ini tidak hanya membuat balapan semakin sulit ditebak tapi juga menjadi lebih menarik," kata Bernie.

Dalam laporannya yang lebih lengkap, Global Media mencatat ada delapan negara yang mengalami penurunan jumlah penonton. Mereka adalah Prancis, Jerman, Polandia, Spanyol, Brasil, Cina, Jepang, dan Rusia. Sedangkan tiga negara yang justru mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Italia.

AUTOSPORT | ADITYA BUDIMAN

Berita lain Tukang Pijat, Rahasia Chelsea Kalahkan City Pique: Kejayaan Madrid Berakhir 10 Tahun Lalu Maret 2014, Irfan Bachdim Debut di J-League Mourinho: Hazard Pemain Muda Terbaik di Dunia

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi