Pajak Mobil Mewah Naik, Industri Otomotif Cuek  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Senin, 24 Maret 2014 06:27 WIB
Sebuah poster bertuliskan "Justin Bieber was here" terdapat di depan terparkirnya dua mobil sport yang digunakan Justin Bieber dan temannya di Kantor Polisi Miami (23/1). Justin Bieber ditangkap saat balapan dengan mobil Lamborghini kuning sewaan bersama temannya yang penyanyi R&B Khalil. REUTERS/ Gary I.

TEMPO.CO , Jakarta - Kenaikan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) diperkirakan tak akan menggerus penjualan mobil sepanjang 2014. (Baca juga: Menteri Chatib: Pajak Mobil Mewah Tak Bendung Impor)

Sebab, kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto, pangsa pasar mobil berkapasitas mesin 3.000 sentimeter kubic (cc) ke atas yang terkena pajak tersebut hanya sedikit. "Segmen ini kecil sekali sehingga tidak akan banyak berpengaruh terhadap industri otomotif nasional," kata dia kepada Tempo.

Menurut Jongkie, setiap tahun jumlah penjualan mobil mewah hanya sekitar 7.000 unit. Sangat kecil jika dibandingkan dengan total penjualan mobil nasional yang mencapai 1,2 juta pada 2013.  (Baca juga: Bawa Lamborghini Kuning, Raffi Ahmad Curi Perhatian).

Jongkie mengatakan kebutuhan pasar mobil bermesin 3.000 cc dipenuhi melalui importasi dalam bentuk utuh atau completely build up (CBU). "Kendaraan bermesin besar tersebut tidak dirakit di Indonesia karena pasarnya terbilang kecil," ujarnya.

Pada pekan ketiga Maret 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pemerintah akan menaikkan PPnBM sebagian kelompok kendaraan bermotor mulai April. Pajak barang mewah ini naik dari 75 persen menjadi 125 persen. (Baca : Twitter SBY: Pajak Mobil Mewah 125 Persen).

Kendaraan bermotor yang terkena aturan ini adalah sedan dan station wagon dengan mesin lebih dari 3.000 cc, motor bakar nyala kompresi berkapasitas lebih dari 2.500 cc, dan kendaraan roda dua dengan kapasitas silinder lebih dari 500 cc.

Data Gaikindo menyebutkan, sepanjang 2013 pasar mobil nasional didominasi varian bermesin maksimal 1.500 cc, yakni sebanyak 53,5 persen mobil. Sedangkan pangsa pasar mobil dengan kapasitas 1.500-3.000 cc sebesar 13,8 persen dan pangsa pasar mobil di atas 3.000 cc hanya 0,1 persen. (Baca : Rebut Segmen Mobil Mewah, Audi Rilis 17 Model ).

ALI HIDAYAT

Berita TerpopulerPesan Prabowo: Jangan Mau Dipimpin Tukang Bohong   Chelsea Vs Arsenal 6-0, Mourinho Permalukan Wenger Umumkan Capres di Rumah Pitung Jadi Bumerang Buat Jokowi Apa Kata Istri Aburizal atas Video Maladewa 

#Mobil Mewah
#Gaikindo
#Susilo Bambang Yudhoyono | SBY

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi