SMK Muhammadiyah Luncurkan Mobil Hemat Energi  
Reporter: Tempo.co
Editor: Ira Guslina Sufa
Jumat, 19 Desember 2014 14:39 WIB
Sejumlah pengunjung mengamati prototipe mobil Esemka kreasi siswa SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Magelang pada Jambore Teknologi 2009 di Semarang, Kamis (16/7). Tempo/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Jakarta - Dua Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah memamerkan mobil hemat energi karya mereka. Sekolah itu adalah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang, dan SMK Muhammadiyah Haurgeulis, Indramayu. "Mobil hemat energi untuk mengurangi kebutuhan masyarakat terhadap BBM," kata Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Pahri, di kantor Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Desember 2014. (Baca: Mulai 2015, Lulusan SMK Sudah Tersertifikasi)

Dua mobil yang diluncurkan adalah mobil Micro Solar Cell Suryawangsa 2, karya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Suryawangsa 2 adalah jenis mikrobus berkapasitas lima orang. Mobil hemat energi menggunakan bahan bakar tenaga matahari dan baterai. Pahri mengatakan mobil karya SMK Gondanglegi ini bisa berjalan hingga 12 jam tanpa henti. "Kalau matahari dalam keadaan baik, mobil ini bisa menempuh jarak 70-100 kilometer," kata Pahri. (Baca: Yogya Tanggung Biaya Seragam dan Sepatu Siswa)

Untuk malam hari, meski tak ada matahari, Suryawangsa 2 tetap bisa beroperasi karena menggabungkan energi matahari dan baterai. “Sehingga pada malam hari sekalipun, saat matahari tidak terbit, mobil ini bisa terus jalan," Pahri melanjutkan. (Baca: Menteri Anies Puji Pendidikan Dasar di Indonesia)

Mobil kedua adalah Giwangkara Solar Car 7.5 buatan SMK Muhammadiyah Haurgeulis. Kepala SMK Haurgeulis, Suparman, mengatakan pengisian daya listrik bisa memakan waktu 6-8 jam. "Sinar matahari yang terik juga bisa memasok sebagian kebutuhan dan tenaganya," kata Suparman.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyambut baik peluncuran mobil karya anak bangsa itu. Sedangkan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta pemerintah mendukung inovasi mobil hemat energi itu. "Harapannya, bisa diproduksi massal untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dalam BBM yang terus naik," kata Din.

MITRA TARIGAN

TerpopulerDihujat FPI Soal Natal, Jokowi Dibela Ketua NUDeddy Mizwar Pejabat Tajir, Punya Rekening GendutKetua PBNU: Ucapan 'Selamat Natal' Tak Haram Ini Nama-Nama Penerima Aliran Dana HambalangSoal Natal, FPI Anggap Presiden Jokowi Murtad

#Penemuan Baru | Inovasi
#Muhammadiyah

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi