24 Jam Menguji Mazda2, Seperti Apa Rasanya?
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Sabtu, 7 Februari 2015 00:24 WIB
Lampu depan All New Mazda2 dibentuk berdasarkan mata hewan cheetah. Produsen mengklaim, kendaraan ini lebih hemat bahan bakar 15 persen dibanding model sebelumnya. Rencananya, MMC akan memperkenalkan generasi generasi terbaru small hatchback Mazda kepada masyarakat Indonesia pada September nanti di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 di Kemayoran, Jakarta.

TEMPO.CO, Jakarta - Senyaman apa pun sebuah mobil, kenikmatan mengendarainya tentu akan berkurang jika kita gunakan selama 24 jam, nonstop. Namun jika dipaksa menggenjotnya sehari penuh, kita bisa mengetahui mobil apa yang paling cepat membuat bosan atau sebaliknya, menawarkan sensasi lain di tengah kepenatan.

Pertanyaan ini yang hendak dijawab oleh PT Mazda Motor Indonesia, saat menggelar program 24 Hrs Take & Go All New Mazda2 di Jakarta, pada 4-5 Februari 2015. Selama sehari penuh, sebanyak 30 jurnalis diminta menguji hatchback bermesin 1.500 cc di seputar Jakarta.

Dalam momen ini, para test driver mencicipi All New Mazda2 pada kondisi ekstrem, dari merayap di tengah kemacetan hingga menembus jalanan kosong. Para test driver dibagi menjadi lima tim berisi enam orang, masing-masing diberi giliran menjajal All New Mazda2 secara estafet pada waktu yang berbeda, dari pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari. Satu tim dibagi menjadi tiga pasangan yang akan berkendara pada setiap sesi. Setiap tim diberi tugas untuk melewati 20 lokasi dan mengambil gambar.

Tempo dan seorang jurnalis lain mendapat kesempatan menjajal All New Mazda2 GT pada situasi ekstrem, lantaran harus berkendara pada dini hari dan sore menjelang malam. Ekstrem lantaran lalu lintas pada dua momen tersebut bak bumi dan langit, dari kosong melompong hingga macet tak karuan.

Saat menjajal All New Mazda2 pada Kamis dini hari, kami berkesempatan menyusuri ruas-ruas jalan di Jakarta Barat. Kenikmatan mengemudi sangat terasa, saat menempuh rute Jalan Panjang Palmerah hingga Tomang. Jalan yang kosong dan lurus memungkinkan kami memacu hatchback gres ini hingga nyaris menembus 100 kilometer per jam. Beruntung, fitur baru bernama head up display alias penunjuk kecepatan digital mampu mengingatkan driver atas batas wajar yang bisa ditempuh.

Sensasi "ngebut halus" kembali dirasakan saat membelah Jalan Gajah Mada hingga area Kota Tua. Kecanggihan Teknologi skyactiv dan fitur idling stop systems (i-stop) bisa dirasakan saat kami harus berhenti mendadak di beberapa lokasi untuk mengambil gambar. Kala mobil berhenti, mesin otomatis akan mati sehingga tak memakan bahan bakar. Mesin akan dan kembali hidup saat pedal gas diinjak, tanpa harus menyalakan starter. 

Tatkala menembus gang-gang di kawasan Mangga Besar, handling khas Mazda2 bisa dirasakan. Dalam hal pengendalian, tak ada perbedaan antara Mazda2 terbaru dan versi lama. Suspensi yang sedikit keras bisa membantu pengemudi untuk memegang kontrol penuh kala mobil melaju di tikungan. Namun kerasnya suspensi ini agak mengganggu kala mobil menerabas lubang jalanan. Hingga sesi ini berakhir, kami bisa merasakan sensasi ngebut sekaligus blusukan dengan All New Mazda2.

Pada sesi test drive Kamis sore, kami diminta menempuh rute-rute macet di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Harus diakui, sesi ini agak menyebalkan lantaran  mesti terjebak di lautan kendaraan selama beberapa jam. Tapi All New Mazda2 mencoba menawarkan obat berupa fitur hiburan pada head unit layar sentuh 7 inci terbaru, yang bertengger di atas dashboard. Fitur hiburan di sini hampir sama dengan varian lama, yakni DVD player, pemutar musik digital, dan radio.

Namun, ada sistem baru yang disebut MZD Connect. Dengan fitur ini, pengguna bisa mengintegrasikan perangkat gadget seluler dengan head unit mobil. Artinya, head unit Mazda2 bisa membaca pesan singkat (SMS), menerima telepon, atau membuka fitur lain yang ada di dalam ponsel. Sistem ini juga tersambung dengan pelacak lokasi alias global positioning system (GPS). "Satu alat bisa digunakan untuk banyak keperluan," kata rekan satu tim, yang kebagian tugas mengemudikan mobil ini. Lumayan, mencoba satu per satu fitur ini mampu membunuh jenuh.

Saat memasuki area rooftop Plaza Semanggi, kami berkesempatan menguji fitur hill assist yang memungkinkan mobil berhenti di tanjakan, tanpa harus repot memainkan gas. Dengan fitur ini, pengemudi dan penumpang tak perlu takut mobilnya akan mundur kala menanjak di kemiringan hingga 45 derajat.

Di tempat ini, kami juga sempat menguji rear camera monitor untuk parkir. Bagi pengguna Mazda2 varian lama, sensor dan kamera ini bukan barang baru. Tapi, selain kamera mundur, All New Mazda2 dilengkapi teknologi baru bernama i-Activesense yang bisa memberikan sinyal untuk potensi bahaya. Dalam paket fitur ini, ada rear cross traffic alert yang akan memberikan tanda jika ada objek lain saat mobil mundur. Ada juga Advanced Blind Spot Monitoring System yang memberi sinyal jika terdapat objek pada blindspot atau titik yang tak terlihat oleh pengemudi.

Meski penat di tengah kemacetan, fitur-fitur All New Mazda2 bisa menjadi "mainan" yang cukup asyik. Sensasi ini, kata Senior Marketing Manager Mazda Motor Indonesia, Astrid Ariani Wijana, membuktikan bahwa All New Mazda2 menjadi perangkat yang menunjang kebutuhan gaya hidup. "Bukan sekadar alat transportasi," katanya.

Dan mungkin sensasi itu yang dicari kebanyakan pengguna mobil kelas hatchback.  

FERY F

#Mobil Mewah
#Mazda

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi