Penjualan Tesla Melonjak, Apa Strateginya?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan Adiwijaya
Minggu, 5 April 2015 15:39 WIB
Tampak depan mobil listrik Tesla model S, mobil ini memiliki bentuk yang indah dan performa mesin yang tidak kalah, dengan mobil bertenaga fosil. Munich, Jerman, 30 Maret 2015. Krisztian Bocsi/Getty Images

TEMPO.CO, California - Perusahaan mobil elektrik, Tesla, mengukuhkan penjualan yang cukup signifikan pada kuartal pertama tahun 2015 dengan penjualan 10.030 unit. “Meningkat 55 persen dari periode yang sama pada tahun lalu,” seperti yang dilansir Reuters, Sabtu, 4 April 2015, waktu setempat.

Tesla menargetkan menjual 55 ribu unit di seluruh dunia pada tahun 2015, naik 74 persen dibandingkan target tahun lalu. Untuk itu, Tesla mengupayakan peningkatan penjualan dengan mengandalkan mobil teranyarnya. Tesla hingga kini telah memiliki dua jenis mobil yaitu Model S (sedan) dan Model X (crossover)

Namun, Tesla masih merahasiakan seperti apa rupa mobil yang diberi nama Model W tersebut. Selain melansir mobil baru, perusahaan mobil asal Negeri Abang Sam tersebut menawarkan beberapa upgrade seperti mode menyetir jarak jauh “Hands Free” untuk sedan Model S.

Bos Tesla, Elon Musk, juga selalu mengisyaratkan akan membuat pabrik di Cina. Pembuatan pabrik di Cina, diyakini akan meningkatkan penetrasi Tesla di pasar Asia.

Sedangkan di Indonesia, mobil Tesla Model S sudah bisa didapatkan. Dengan harga US$ 140-190 ribu (Rp 1,8-2 miliar) sedan listrik premium dengan tingkat keamanan bintang lima tersebut sudah dapat dimiliki. Baterai Tesla mampu menempuh jarak 400 km dan durasi delapan jam sekali pengisian ulang baterai. REUTERS | TESLAMOTORS | ANDI RUSLI

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi