Ekonomi Indonesia Melambat, Tata Optimis Mobilnya Tetap Laku
Reporter: Tempo.co
Editor: Choirul Aminuddin
Rabu, 8 April 2015 15:16 WIB
Ruang mesin mobil Tata Aria saat di luncurkan di Jakarta, (10/9). Mobil yang memiliki mesin sebesar 1.400 cc ini dijual dengan harga Rp 129 juta. TEMPO/Imam Sukamto

Bisnis.com, Jakarta - PT Tata Motors Indonesia optimistis penjualannya tahun ini tidak terganggu pelambatan ekonomi karena pasarnya yang relatif masih kecil, di sisi lain pabrikan asal India itu akan memperluas pasar dengan memasarkan produk baru dan perluasaan jaringan.

Hal tersebut disampaikan Public Relation Manager PT Tata Motors Indonesia (TMI) Kiki Fajar Harianto. Melihat rekam jejak penjualan Tata di Indonesia dengan merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sejak terjun ke pasar otomotif Tanah Air pada 2013 penjualannya menunjukan tren positif.

Pada 2013 Tata hanya berhasil menjual 99 unit kendaraan. Tahun berikutnya penjualan Tata meningkat tajam menjadi 914 unit. Dari data terakhir Gaikindo pada periode Januari-Februari tahun ini Tata berhasil menjual 201 unit kendaraan.

Jumlah tersebut naik dari periode yang sama pada tahun lalu yang hanya membukukan penjualan 60 unit kendaraan. Pencapaian tersebut berbanding terbalik dengan keadaan total pasar otomotif nasional.

Sebagai gambaran, pada 2013 total pasar mencapai 1,229 juta unit. Tahun lalu hanya 1,208 juta unit. Dan pada periode Januari-Februari 2015 hanya 182.933 unit, merosot dari capaian pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 215.433 unit.

“Pasar kami masih kecil jadi belum terkena imbas pelambatan ekonomi. Untuk memperluas pasar kami tahun ini akan meluncurkan produk yang benar-benar baru atau pun penyegaran varian tertentu,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa, 7 April 2015.

Dia melanjutkan, untuk menggenjot pasar setidaknya tahun ini Tata berencana meluncurkan delapan produk baru yang sebagian besar akan dihadirkan semester II/2015. Produk baru tersebut diantaranya adalah Zip di segmen niaga pikap mikro dan kendaraan niaga non pikap Iris.

Dua kendaran tersebut pernah diperkenalkan di Tanah Air pada saat motor show 2013. Kedua kendaraan tersebut berkapasitas 500 cc dengan mesin satu silinder yang mengonsumsi 1 liter bahan bakar untuk 24-25 km.

Selain itu ada pula Tata Bolt di segmen hatchback. Tata pun akan merilis dua kendaraan lainnya di segmen komersia medium. Sedangkan untuk pembaruan, Tata Aria akan dihadirkan dalam varian transmisi otomatis. Bahkan kendaraan-kendaraan baru tersebut saat ini sedang menjalani uji homologasi di BPPT.

Dari rencana tersebut terlihat bahwa Tata memiliki line up di segmen kendaraan penumpang dan niaga yang cukup berimbang. Kiki mengatakan hal itu menjadi nilai positif bagi pihaknya untuk ‘bermain’ di dua pasar yang berbeda.

“Itu menjadi kelebihan bagi kami apa lagi kami bermain di pasar kendaraan niaga dengan mesin kecil dan belum ada saingan. Ketika satu segmen pasarnya drop masih bisa memaksimalkan segmen lain,” ujarnya.

Oleh karena itu Kiki mengklaim pihaknya akan kembali mendulang pertumbuhan penjualan tahun ini. Akan tetapi dia enggan sesumbar pertumbuhan yang disasar pihaknya tahun ini.

Untuk itu pihaknya akan menambah diler resmi yang melayani penjualan, suku cadang dan perawatan hingga 10 unit sehingga totalnya 25 diler hingga akhir tahun ini. Selain itu Tata pun akan melakukan penambahan workshop menjadi 75 unit dari 54 unit.

Saat ini diler dan workshop difokuskan di Sumatera, Jawa dan Bali dan tahun depan akan dikembangkan ke Sulawesi atau Kalimantan secara bertahap.

Dia menambahkan jika pasar terus meningkat dengan penjualan mencapai 500 unit untuk satu model kendaraan, tak mustahil Tata akan melakukan lokalisasi.

Bahkan tidak menutup kemungkinan pabrikan asal India itu akan membenamkan investasi dengan membangun pabrik jika tingkat penjualan sudah mencapai 30.000 unit dalam setahun.  “Jika demikian lokalisasi akan bertahap dimulai dengan komponen after sales,” tuturnya.

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi