Ini 3 Keunikan dari Shanghai Motor Show 2015
Reporter: Tempo.co
Editor: Kurniawan
Minggu, 3 Mei 2015 04:56 WIB
Peragawati berpose di depan mobil Great Wall Hover 1F dalam Shanghai International Automobile Industry Exhibition di Shanghai, Cina, 21 April 2011. Kehadiran gadis-gadis ini menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Feng Li/Getty Images

TEMPO.CO , Jakarta: Bagi produsen kendaraan dan maniak produk otomotif di Asia, akhir April lalu adalah saatnya berpesta. Sebab, di pengujung bulan tersebut ada perhelatan besar, yakni Shanghai Motor Show 2015 atau kerap disebut Auto Shanghai 2015.

Auto Shanghai adalah pameran kendaraan dua tahunan terbesar di Asia yang sudah berlangsung sejak 1985. Dalam acara tersebut tampil puluhan mobil konsep dan ratusan kendaraan baru yang dirilis pabrikan lokal ataupun global. Banyaknya produk yang diluncurkan menunjukkan harapan para produsen untuk menggaet konsumen otomotif Cina, yang diperkirakan mencapai 25 juta orang per tahun.

Tahun ini Auto Shanghai berlangsung selama 20-29 April 2015. Selain memajang produk anyar, pameran otomotif tertua di Cina ini menempati lokasi baru, yakni National Center for Exhibition and Convention. Gedung pameran seluas 300 ribu meter persegi ini terletak di dekat Hongqiao International Airport Shanghai. Bentuknya unik, mirip daun semanggi jika dilihat dari atas.

Dengan area pamer tersebut, Auto Shanghai berhasil menarik 1 juta pengunjung, naik 23 persen daripada pameran sebelumnya yang didatangi 813 ribu orang. Melihat jumlah pengunjungnya, tak mengherankan jika Auto Shanghai menjadi barometer bagi industri kendaraan dunia dan masuk dalam top four pameran otomotif terbesar. Sejajar dengan Frankfurt Motor Show di Jerman, Auto Expo New Delhi India, dan North American International Auto Show di Detroit, Amerika Serikat.

Namun Auto Shanghai 2015 punya beberapa keistimewaan yang membedakannya dengan pameran otomotif lain. Sedikitnya ada tiga hal yang menjadi ciri khas Auto Shanghai 2015.

1. Pertemuan mobil konsep lokal dan global.

Auto Shanghai 2015, atau secara resmi disebut The 16th Shanghai International Automobile Industry Exhibition, memiliki tema “Innovation for Upgrading”. Dengan tema ini, Auto Shanghai menjanjikan kemunculan produk baru dengan teknologi tercanggih. Namun cuma di Auto Shanghai, mobil konsep mewah dari Mercedes, BMW, atau McLaren bersanding dengan produk lokal yang mungkin belum dikenal di negara lain, seperti buatan Zotye, Qiantu, hingga Dongfeng Motor.

Tercatat ada 1.343 mobil yang tampil di Auto Shanghai 2015. Dari jumlah tersebut, ada 47 mobil konsep serta 109 kendaraan baru berstatus "World Premiere" dan 44 mobil "Asia Premiere". Turut tampil pula 103 mobil ramah lingkungan, yang digerakkan dengan listrik hingga biofuel.

Berikut ini beberapa mobil konsep yang diperkenalkan di Auto Shanghai 2015.

Mercedes GLC Coupe GLC Coupe menjadi upaya terbaru Mercedes untuk bersaing dengan rival senegaranya, BMW, di segmen sport utility vehicle (SUV). Pada kemunculan perdananya di Auto Shanghai, banyak kalangan yang memperkirakan GLC Coupe mampu menyaingi BMW X4. Situs caranddriver.com menyebutkan,  Mercedes GLC Coupe menjadi model untuk kendaraan konsep yang paling siap masuk dapur produksi. Kabarnya, Mercedes GLC Coupe bakal dibekali mesin twin turbo 3.000 cc V-6 dengan transmisi otomatis 9 kecepatan.

McLaren 540C Jarang sekali produsen supercar Eropa merilis konsep barunya di Asia. McLaren menjadi salah satu pemecah tradisi tersebut, dengan memperkenalkan konsep 540C di Auto Shanghai. Kabar yang dilansir Auto Express menyebutkan bahwa McLaren 540C masuk dalam kelas entry level, yang menyasar konsumen supercar "kelas bawah". Di Auto Shanghai, McLaren 540C tampil dengan warna merah metalik dengan aksen hitam di beberapa bagian, termasuk velg.

Zotye T600Ini adalah salah satu konsep SUV buatan Cina. Penampilannya diklaim sebagai ciri dari SUV masa depan, kompak tapi tetap mewah. Salah satu karakter yang menonjol dari Zotye T600 adalah warna pilar C yang kontras dengan atap ataupun bodi. Menurut carnewschina.com, Zotye T600 dengan mesin 2.000 cc ini bakal masuk dapur produksi pada akhir 2016. Jika sudah masuk dealer, mobil yang sepintas mirip gabungan Mazda CX5 (di bagian grille) dengan Range Rover Evoque (bodi) ini dibanderol 120 ribu yuan atau sekitar Rp 251 juta.

Qiantu K50Perkenalkan, inilah supercar pertama buatan Cina. Bukan sembarang supercar karena Qiantu K50 digerakkan dengan energi listrik. Debutnya di Auto Shanghai 2015 mencuri perhatian lantaran ada kabar yang beredar bahwa mobil ini bakal diluncurkan pada tahun depan, dengan harga 700 ribu yuan atau sekitar Rp 1,5 miliar. Cukup murah untuk sebuah supercar. Qiantu K50 diklaim bisa meluncur dari 0-100 kilometer per jam hanya dalam lima detik. Dengan baterai litium ion 41,1 kilowatt jam (kWh) yang disetrum selama enam jam, mobil ini bisa diajak jalan-jalan sejauh 200 kilometer.

2. Tak ada model seksi dan anak-anak.

Bersiaplah untuk kecewa jika Anda berniat cuci mata dengan melihat gadis berpakaian minim di Auto Shanghai 2015. Sebab, panitia acara melarang peserta menggunakan jasa model atau penjaga gerai wanita dengan pakaian minim. Menurut berita yang dilansir World Car Fans, pemerintah Cina berpendapat gadis dengan rok atau baju ketat akan mengalihkan perhatian pengunjung. Mereka khawatir pengunjung akan lebih memperhatikan wanita-wanita itu, yang bisa berujung pada pelecehan atau transaksi seks, ketimbang model mobil atau teknologi canggih yang dipamerkan.Selain wanita berbaju minim, penyelenggara Auto Shanghai 2015 melarang anak-anak berkunjung dengan alasan keamanan. Mereka khawatir anak-anak akan sengsara atau celaka lantaran berdesak-desakan dengan orang dewasa di pameran dengan jumlah pengunjung kurang-lebih 1 juta orang itu. Panitia pun agaknya khawatir ulah iseng anak-anak akan merusak mobil-mobil mewah dan canggih yang mereka pamerkan.

3. Ramai mobil "aspal".

Mobil-mobil "aspal" alias asli tapi palsu menjadi ciri khas utama yang membedakan Auto Shanghai atau ekshibisi otomotif lainnya di Cina dengan pameran mobil di negara lain. Disebut aspal lantaran tampang mobil-mobil buatan Cina ini mirip dengan kendaraan bikinan pabrikan besar. Tapi produsennya mungkin akan berkeberatan jika produk mereka disebut mobil "aspal". Sebabnya, masih ada perbedaan dengan kendaraan yang sudah terkenal. Berikut ini beberapa di antaranya.

Landwind X7Harus diakui, nama merek Landwind agak "nyerempet-nyerempet" Land Rover. Begitu pula produknya, Landwind X7, yang tampangnya mirip dengan Range Rover Evoque. Bedanya cuma di harga lantaran Landwind X7 dibanderol sepertiga dari harga off the road Range Rover Evoque.  

Dongfeng EQ2050Boleh jadi inilah kembaran dari mobil perang buatan General Motors Amerika, Hummer. Menurut Carmagazine, Dongfeng EQ2050 menggunakan sasis yang sama dengan Hummer H1. Di Cina, Dongfeng EQ2050 dijuluki Hanma, lafal bahasa lokal untuk Hummer. Kegunaannya pun sama dengan Hummer, yakni armada pendukung tugas polisi dan tentara.

Honqui LS5Honqui LS5 disebut-sebut mengadopsi desain Jeep Wrangler dan Jeep Cherokee. Soal mesin, Honqui tak mau kalah dengan Jeep. Pabrikan yang bermarkas di Changchun ini memakai mesin twin-turbocharged V8, yang tenaganya super-besar.

Zotye E200Zotye E200 mirip-mirip dengan Smart Fortwo buatan anak usaha Daimler AG, Smart. Bedanya, Zotye E200 adalah mobil listrik yang digerakkan dengan motor bertenaga 24 daya kuda. Zotye E200 bisa dipacu dengan kecepatan maksimal 50 mil per jam dan jarak tempuh 74 mil sekali setrum.

FERY FIRMANSYAH

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi