Pasar Mobil Mewah Alami Tantangan Tapi Tetap Optimis  
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Senin, 7 September 2015 19:46 WIB
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan sedan terbarunya, Suzuki Ciaz di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di Tangerang, 30 Agustus 2015. Kehadiran Suzuki Ciaz untuk melengkapi pasar otomotif Indonesia dalam model mobil sedan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Tahun ini menjadi periode terberat bagi industri otomotif Indonesia setidaknya sejak 2012 tak terkecuali bagi pabrikan premium, namun pelaku usaha mobil mewah tetap optimistis menatap pasar ke depan.

Pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan, penjualan sepanjang tahun ini ditaksir hanya di kisaran 1 juta unit bahkan bisa kurang dari itu. Dengan demikian, raihan itu akan menjadi yang terkecil dalam empat tahun terakhir.

Pada 2012 total pasar mencapai 1,116 juta unit. Jumlah itu melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang tidak menembus 900.000 unit. Pada 2013 dan 2014 total penjualan kembali menyentuh angka satu juta unit lebih dengan pencapaian masing-masing 1,229 juta unit dan 1,208 juta unit.

Dari informasi yang Bisnis himpun, pelaku usaha mobil mewah menyebut penurunan pasar pada tahun ini karena pelambatan ekonomi yang membuat konsumen menunda pembelian bersifat sementara. Pasar diharapakan akan kembali menanjak setidaknya tahun depan.

Optimisme itu hadir karena pelaku usaha menilai pemerintah berusaha keras memperbaiki kondisi makro ekonomi. Selain itu, pasar Indonesia yang besar serta pendapatan masyarakat yang terus bertumbuh akan semakin memperkuat pasar mobil premium, di mana konsumennya diyakini memiliki daya beli yang lebih kuat.

“Dari data secara historis sensitifitas konsumen segmen premium lebih baik terhadap kondisi ekonomi. Segmen ini pertumbuhannya relatif lebih besar karena secara teori kelas menengah di Indonesia akan terus bertambah,” kata Vice President Sales BMW Group Indonesia Jentri W. Izhar, Minggu (6 September 2015).

Merujuk data Gaikindo, penjualan BMW sejak 2012 hingga 2014 konsisten menanjak. Pada 2012 jumlahnya sebanyak 2.188 unit, setahun kemudian menjadi 2.460 unit dan pada 2014 menapak 2.547 unit. Sedangkan data terakhir Gaikindo menyebut, penjualan pada periode Januari-Juli 2014 hanya 1.416 unit.

Melihat pasar di Indonesia yang cukup potensial, Jentri menyebut tak salah jika prinsipal BMW di Jerman tersu meningkatkan lokalisasi. Saat ini produk BMW yang sudag dilokalisasi melalui perakitan (CKD) adalah Seri 3, Seri 5, X1, X3, dan X5.

“Mayoritas penjualan datang dari model yang sudah CKD,” ujarnya.

Marketing and PR Asst. Manager PT Garuda Mataran Motor (GMM) Herry Noverino memiliki optimisme yang sama dengan Jentri. Bahkan dia mengatakan, prinsipal Audi menganggap pasar Indonesia memiliki potensi lebih baik dibandingkan dengan pasar mobil mewah di negara-begara Asia Tenggara lainnya.

Menurut dia, hal itu dindikasikan dari peluncuran mobil baru Audi pada pameran mobil terbesar di Indonesia akhir Agustus lalu yang menjadi pertama di Asia Tenggara. Optimisme terhadap pasar dalam negeri ke depan pun akan dibuktikan Audi dengan meluncurkan satu unit mobil baru lagi tahun ini.

“Masih potensial ke depannya salah satunya karena konsumen mobil mewah dengan kcenderungan daya beli yang kuat terus bertumbuh. Bisa dibilang seperti itu,” tuturnya dalam kesempatan berbeda.

Herry menambahkan, pihaknya akan terus memperluas pasar di Indonesia. Hal itu dilakukan di tengah pasar Audi yang kurang moncer. Pada 2012 penjualannya sebanyak 432 unit, pada 2013 menurun menjadi 410 unit, tahun lalu menjadi 346 unit dan periode Januari-Juli 2015 menapak 105 unit.

Melihat pasar mobil premium yang sangat potensial, Managing Director Jaguar Land Rover Asia Pasific Russell Anderson membocorkan setelah meluncurkan Land Rover Discovery Sport pada pameran mobil yang dibesut Gaikindo dua pekan lalu, pihaknya masih akan meluncurkan mobil baru hingga pertengahan tahun depan.

Mobil baru itu adalah merek Jaguar termasuk varian XE. “Kami melihat peluang besar di pasar mobil mewah di Indonesia yang kami perkirakan ke depan akan bersinar,” ujarnya.

Di sisi lain, penjualan mobil merek Jaguar dan Land Rover sejak 2012 cenderung fluktuatif. Pada 2012 Land Rover terjual 55 unit dan Jaguar 45 unit. Tahun berikutnya penjualan Jaguar menapak 56 unit dan Land Rover 94 unit. Tahun lalu Jaguar terjual 50 unit dan Land Rover mencapai 205 unit. pada tujuh bulan pertama tahun ini Jaguar terbukukan 15 unit dan Land Rover 104 unit.

Sementara itu, seperti halnya Audi, Lexus Indonesia pada ajang pameran Agustus lalu meluncurkan produk yang menjadi pertama di Asia Tenggara. Menurut Lexus Principal Indonesia Suparno Djasmin, dengan memperkenalkan produk baru pertama kali di Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara, menandakan prinsipal Lexus di Jepang memberikan perhatian lebih terhadap pasar di Tanah Air.

“Pasar Indonesia dianggap sebagai pasar potensial secara jangka panjang,” tuturnya.

Kolega Suparno yaitu General Manager Corporate Planning and Public Relations PT Toyota Astra Motor (TAM) Widyawati Soedigdo mengatakan, pihak Toyota Motors di Jepang melihat pasar Indonesia yang akan berkembang dilihat dari jumlah penduduk, serta daya beli golongan konsumen di pasar premium yang cenderung tidak mudah berubah.

Saat ini Widyawati mengakui, Lexus sedang mempersiapkan studi lebih lanjut untuk memperluas pasarnya di Tanah Air. Studi tersebut meliputi kesiapan produk, dan sistem penjualan yang menyeluruh. Studi itu mengacu pada budaya dan sistem brand Lexus yang sudah terbentuk sejak 2007.

“Dan kita harus lihat rencana pemerintah di industri otomotif termasuk masalah impor. Baru kami akan memperluas jaringan penjualan,” ucapnya.

BISNIS

#Info Otomotif
#Gaikindo

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi