Prestasi Bagus, Rio Haryanto Terancam Batal ke F1
Reporter: Tempo.co
Editor: Rina Widisatuti
Kamis, 22 Oktober 2015 12:20 WIB
Pebalap Indonesia, Rio Haryanto (tengah) memegang piala usai memenangkan balapan GP2 Series di Sirkuit Silverstone, Inggris, 5 Juli 2015. ANTARA/HO/Paolo Pellegegrini

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Indonesia, Rio Haryanto, terancam batal ke Formula 1 musim 2016. Penyebabnya, pembalap asal Surakarta, 22 tahun, itu belum bisa memberi kepastian pada tim F1 Manor. Padahal, tim yang sebelumnya bernama Maurrusia itu hanya memberi tenggat waktu sampai akhir Oktober 2015.

Rio menuturkan setelah menjuarai GP2 Seri Silverstone, Inggris, ada tiga tim yang menawarinya bergabung. Ketiga tim itu adalah The Sahara Force India, Sauber, dan Manor. Karena telat memberikan konfirmasi, dua tim lepas. "Tinggal Manor satu-satunya tim yang memberi tempat," ujar dia, saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2015.

Rio mengaku kecewa saat mendengar Force India mengumumkan telah mendapat tanda tangan dari Sergio Perez. "Kami kecewa karena itu kesempatan langka," kata dia.

Menurut Rio, Force India merupakan tim yang bagus. Tim itu sedang masuk sepuluh besar. Bahkan, di lomba balapan seri Rusia 9-10 Oktober lalu, mereka bisa podium.

Saat ini, kata Rio, Manor masih menunggu kepastian. Tetapi, mereka tidak memberi waktu lama. "Deadline dari Manor sampai akhir bulan ini," ujarnya.

Rio akan langsung menjadi pembalap Manor apabila bisa memberi kepastian pada Manor sebelum batas waktu yang diberikan. "Apabila itu deal, saya akan langsung jadi pembalap utama Manor," kata dia.

Penampilan Rio di GP2 Seri 2015 musim ini cukup menjanjikan. Dia menjadi juara tiga kali di Bahrain, Austria, dan Inggris. Selain itu, dia juga dua kali naik podium urutan kedua di Bahrain dan Rusia. Saat ini, Rio menempati urutan ke-3 klasemen sementara dengan 126 poin.

Menyisakan dua seri balapan di Bahrain dan Abudhabi pada November mendatang, Rio bertekad tampil terbaik agar bisa masuk tiga besar di akhir musim ini. "Bisa tampil konsisten dan menjaga tetap di urutan ketiga. Sebab, jaraknya hanya lima poin. Selisih dengan urutan ke-5 dan ke-6 hanya 36 poin," tuturnya.

Posisi puncak klasemen GP2 Seri 2015 ditempati pembalap ART Grand Prix, Stoffel Vandoorne dengan 277,5 poin. Urutan kedua dipegang Alexander Rossi dari Racing Engineering dengan 169,5 poin.

RINA W

#F1
#Rio Haryanto

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi