Insiden Sepang Masuki Babak Baru, Yamaha Ajukan Banding
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Senin, 26 Oktober 2015 23:03 WIB
Valentino Rossi (kiri) dan Marc Marquez bersaing merebutkan posisi ketiga dalam MotoGP Malaysia, di Sepang, 25 Oktober 2015. Rossi diduga menendang motor Marquez dengan lututnya di lap ke-13. Youtube.com

TEMPO.CO, Jakarta -Yamaha telah mengajukan banding atas hukuman yang diterima pebalap Valentino Rossi terkait insiden tabrakan dengan Marc Maquez, di Grand Prix Malaysia.

Rossi membantah telah menendang juara bertahan Marquez dan membuat dia keluar dari balapan selama pertarungan memperebutkan posisi ketiga di Sepang yang digelar Minggu

Rossi dihukum untuk start di posisi paling belakang dalam balapan terakhir musim ini di Valencia yang berlangsung bulan depan, dengan dibayangi Jorge Lorenzo yang berada tujuh poin di belakang.

Insiden tersebut telah menyulut kembali persaingan panas antara Rossi, peraih sembilan kali gelar juara yang sedang mengejar gelar pertamanya sejak 2009, dan para pesaingnya, termasuk Lorenzo yang merupakan rekan setimnya di Yamaha.

Rossi, yang berusia 36 tahun, sebelumnya mengatakan bahwa Marquez telah bersekongkol untuk membantu Lorenzo sebagai sesama pebalap Spanyol untuk menang poin di Grand Prix Australia.

"Ini sangat jelas dari rekaman helikopter (di Sepang) bahwa saya tidak membuatnya kecelakaan, saya hanya ingin membuatnya kehilangan waktu, pergi ke luar garis dan memperlambat, karena ia bermain permainan kotor, bahkan lebih buruk daripada di Australia," kata Rossi.

Rekaman tersebut menunjukkan Rossi tampak melambat dan menyematkan Marquez ke arah luar trek balapan.

Sepeda motor mereka menyentuh dan setelah Marquez keluar jalur, kaki Rossi terlihat tidak berada pada pijakan kaki di motornya.

"Sudah jelas bahwa ketika kakiku terpeleset dari pijakan kaki, Marquez sudah jatuh," kata Rossi dalam komentar di situs tim Yamaha.

Direktur Balapan MotoGP Mike Webb mengungkapkan bahwa Yamaha telah mengeluarkan banding.

Dalam pernyataannya yang diposting di situs MotoGP, Webb mengatakan Marquez salah sebagian karena telah "menyebabkan masalah untuk Rossi, yang kemudian bereaksi."

Namun, Rossi, yang melihat keunggulannya atas Lorenzo dipangkas menjadi hanya tujuh poin jelang balapan terakhir, menyebut hukumannya tidak adil dan mengatakan Marquez "membuatnya kehilangan gelar juara".

Pebalap Spanyol Dani Pedrosa meraih kemenangan di Malaysia, sementara Lorenzo, yang mengejar mahkota MotoGP ketiganya, berada di tempat kedua, diikuti oleh Rossi di peringkat tiga.

Lorenzo dan Rossi memiliki sejarah hubungan tegang, yang menyeruak menyusul bentrokan yang terjadi di Sepang.

Lorenzo menyebut Rossi seharusnya dihukum lebih berat, namun status "superstar" seolah melindunginya.

"Jika yang melakukan itu pebalap lain, dia mungkin akan dihukum jauh lebih berat. Saya tidak mengharapkan ini terjadi. Saya kecewa," kata Lorenzo usai balapan.

"Saya pikir ini tidak adil. Valentino mendapat 16 poin dan Marquez tidak mendapat apa-apa. Saya tidak percaya seseorang mampu melakukan hal semacam ini."

Marquez sendiri mengatakan: "Menyerang (sepeda motor) dengan kaki, saya, dan juga banyak orang lain, telah kehilangan rasa hormat terhadap Valentino".

ANTARA

#MotoGP
#Yamaha Motor Indonesia
#Valentino Rossi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi