Valentino Rossi Bertekad Balas Dendam di GP Valencia  
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Rabu, 28 Oktober 2015 08:29 WIB
Pembalap MotoGP Valentino Rossi (kiri), dan Marc Marquez. Robert Cianflone/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Melimpahnya dukungan terhadap Valentino Rossi membuat pembalap Movistar Yamaha itu bersumpah untuk berjuang pada balap terakhir musim ini, MotoGP Valencia, pada 8 November.

Juara dunia tujuh kali ini dijatuhi sanksi di Malaysia pada Minggu kemarin karena menyepak sang juara bertahan Marc Marquez hingga terjatuh dari sepeda motornya. Itu berarti ia harus memulai balap dari urutan buncit. Dan seandainya rival utamanya Jorge Lorenzo menang, Rossi harus mampu finis di posisi kedua untuk mengamankan gelar.

Rossi menegaskan bahwa ia merupakan korban dari skenario orang Spanyol--negara asal Marquez dan Lorenzo. Ia mengklaim bahwa Marquez, yang mustahil menjadi juara setelah tampil buruk di musim ini, mencapai tujuannya dengan "permainan kotornya," membantu rekan senegaranya Jorge Lorenzo untuk mendapat posisi yang lebih diunggulkan pada persaingan perebutan gelar dunia 2015.

Namun pada media sosial Italia, para bintang olahraga menyatakan dukungannya terhadap Rossi. Pembalap senior ini masih belum tentu dapat berpartisipasi di Valencia akibat komentarnya bahwa terdapat skenario orang-orang Spanyol yang merugikannya.

"Membaca semua pesan Anda membuat saya dapat melupakan rasa pahit dan kemarahan dan hari ini, kami akan mulai bekerja untuk Valencia! Terima kasih untuk semua dukungan Anda," cuit Rossi melalui Twitter. (Baca: Skenario MotoGP Valencia, Rossi Bisa Juara Bila...)

Pelatih Inter Milan Roberto Mancini menulis melalui akun Twitternya, "Benak saya tertuju pada Valentino Rossi. Saya harap ia memenangi gelar." Perdana Menteri Matteo Renzi bahkan menghubunginya dari Amerika Latin untuk memberikan semangat.

Sementara itu, Yamaha telah mengajukan banding terhadap keputusan start di belakang grid. "Kejuaraan belum usai namun sanksi ini memotong kaki-kaki saya," kata Rossi. Ia menyebut hukuman itu tidak adil dan mengatakan bahwa Marquez membuatnya "kalah pada kejuaraan."

Pembalap Spanyol Dani Pedrosa meraih kemenangan di Malaysia sedangkan Lorenzo, yang mengejar mahkota MotoGP ketiganya, menduduki peringkat kedua, diikuti oleh Rossi.

Lorenzo dan Rossi memiliki sejarah hubungan yang tidak harmonis dan kembali memuncak setelah kejadian di Sepang. Loreznzo, yang juga satu menunggang Yamaha, mengatakan Rossi seharusnya dihukum lebih keras lagi, namun status megabintangnya telah melindunginya." (Baca: Sudutkan Valentino Rossi, Lorenzo Bakal Dipecat Yamaha?)

ANTARA

#MotoGP
#Valentino Rossi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi