Penjualan Sepeda Motor Bebek Terjun Bebas
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Rabu, 28 Oktober 2015 12:25 WIB
Karyawan PT Astra Honda Motor sedang melakukan perakitan sepeda motor Honda SupraX125. AHM merilis warna dan stripe baru Honda SupraX125 untuk memperkuat posisinya sebagai raja motor bebek. (Dok. AHM)

TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan sepeda motor segmen bebek atau underbone pada periode Januari-September 2015 hanya mencapai 653.048 unit. Angka ini turun sekitar 46,7 persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,224 juta unit.

Merujuk data Aosisasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penurunan penjualan tersebut menjadi yang terbesar jika dibandingkan dua segmen lainnya yaitu skuter matik (skutik) dan sport. Pada tiga kuartal di tahun ini total penjualan segmen skutik mencapai 3,701 juta unit.

Raihan itu merosot sekitar 7,3 persen dari kurun waktu yang sama tahun lalu yang menapak jumlah 3,995 juta unit. Adapun penurun penjualan segmen sport pada Janauri-September 2015 mencapai 27,9 persen karena pada periode tersebut total penjualannya sebanyak 619.414 unit.

Sedangkan pada sembilan bulan di tahun lalu jumlah penjualannya 859.622 unit. Melihat raihan tersebut, penurunan pada segmen bebek melebihi anjloknya total pasar. Sebelumnya, total penjualan pada Januari-September 2015 dari ketiga segmen mencapai 4,974 juta unit.

Jumlah itu menurun sekitar 28,6 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 6,079 juta unit. Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, penurunan terbesar di segmen bebek alias underbone akan semakin mereduksi kontribusi penjualan segmen bebek terhadap total pasar.

Pada Januari-September 2015, kontribusi segmen bebek terhadap total pasar hanya mencapai 13,13 persen. Sedangkan skutik dan sport kontribusinya terhadap total pasar masing-masing 74.42 persen dan 12,45 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kontribusi segmen bebek terhadap total pasar sebesar 20,14 persen. Sedangkan skutik mencapai 65,72 persen dan sport 14,14 persen.

“Bebek memang yang paling turun, saya rasa capaian hingga September 2015 akan bertahan hingga akhir tahun. Bahkan bisa saja matik kontribusinya lebih besar lagi di kisaran 75 hingga 77 persen dan sisanya diperebutkan bebek dan sport,” katanya, Selasa, 27 Oktober 2015.

Penjualan segmen bebek dan kontribusinya terhadap total pasar pada Januari-September 2015 pun menjadi yang terkecil setidaknya sejak 2013. Pada tiga kuartal di 2013 total pasar sepeda motor dari ketiga segmen mencapai 5,812 juta unit.

Dari jumlah itu segmen bebek penjualannya mencapai 1,347 juta unit atau berkontribusi sebesar 23,2 persen. Sedangkan skutik penjualannya mencapai 3,664 juta unit atau memberikan sumbangsih sekitar 63,04 persen terhadap total pasar. Adapun sepeda motor sport pada masa tersebut terjual 800.652 unit atau setara 13,8 persen dari total penjualan.

BISNIS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi