MotoGP, Paparazi Italia Sambangi Kediaman Marquez  
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Selasa, 3 November 2015 14:20 WIB
Pembalap MotoGP Valentino Rossi (kiri) dan Marc Marquez. AP/Shizuo Kambayashi

TEMPO.CO, Jakarta - Kediaman pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, disambangi paparazi Italia. Paparazi Italia itu pun berakhir di rumah sakit setelah terlibat insiden kecil dengan penjaga kediaman Marquez.

Reporter dan kameraman dari acara televisi Le Iene dikabarkan mendatangi kediaman Marquez untuk memberikan penghargaan "Cup of Shit" atau piala kotoran. Acara televisi itu sendiri disebut sebagai acara komedi satire yang menyoroti masalah politik hingga isu-isu terkini.   "Sore ini kami pergi ke Spanyol untuk memberikan penghargaan piala kotoran kepada pembalap MotoGP Marc Marquez, sebuah penghargaan spesial untuk merayakan apa yang sudah dilakukan oleh juara asal Spanyol itu. Tetapi semuanya berjalan tidak seperti yang kami inginkan," tulis laman media sosial Facebook acara itu seperti dikutip laman Crash.

"Kami tiba di rumah orang tua Marc di mana kami menemuinya, ayahnya, saudaranya, dan sejumlah temannya. Ketika kami ingin memberikan penghargaan itu kami mendapat serangan dan seketika penjaga rumah merusak kamera dan mengambil kaset video kami. Mungkin mereka menginginkan piala yang lebih besar. Stephen dan Alexander (dua jurnalis Le Iene) sekarang berada di rumah sakit untuk penyembuhan cedera yang mereka alami," lanjut tulisan itu.

Manajemen Marc Marquez membenarkan adanya insiden kecil di kediaman pembalap itu. Namun, menurut mereka, kejadian tersebut dipicu perilaku tidak menyenangkan kedua jurnalis itu. Mereka pun menyatakan telah mengadukan kedua jurnalis itu pada polisi.

"Sebuah kejadian tak menyenangkan terjadi kemarin di Cervera (kediaman Marquez). Sekelompok orang muncul di rumah dan melakukan serangkaian perbuatan menghina, memalukan, dan konyol terhadap Marc dan bahkan mendorong serta menghina kerabat dekatnya. Karena kejadian ini, kami sudah melapor dan proses kriminal terhadap mereka sedang berlangsung saat ini," ujar perwakilan dari manajemen Marquez, Emilio Alzamora.

Kejadian ini tak lepas dari perseteruan yang terjadi antara Marquez dan Valentino Rossi sejak seri MotoGP Malaysia lalu. Pembalap tim Movistar Yamaha asal Italia itu menuding Marquez, telah membantu Jorge Lorenzo saat balapan di seri sebelumnya, seri MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island.

Dalam balapan di Phillip Island, Rossi menuding Marquez sengaja memperlambat laju motornya dan menahannya di belakang pembalap tim Ducatti, Andrea Ianonne, sebelum akhirnya menyalip Jorge Lorenzo di putaran terakhir dan menjadi pemenang. Hal itu dilakukan agar jarak angka antara Rossi dan Lorenzo dalam klasemen pembalap menipis. Saat itu Rossi memimpin klasemen dengan jarak 18 poin dari Lorenzo di posisi kedua dengan tiga balapan tersisa.

Tudingan Rossi dibantah Marquez. Marquez mengaku memperlambat laju motornya tapi menurut dia, hal itu dilakukan bukan untuk menahan Rossi. Dia mengaku melakukan itu untuk menghemat bannya.

Situasi panas berlanjut di lintasan. Marquez yang sempat berada di posisi kedua dibelakang rekan setimnya, Dani Pedrosa, seperti sengaja memberikan jalan bagi Lorenzo. Dia pun tak mengejar Lorenzo dan memilih bertarung dengan Rossi untuk memperebutkan posisi ketiga. Keduanya terlibat aksi saling balap dan hampir beberapa kali bersentuhan.

Puncak kemarahan Rossi terjadi pada putaran ketujuh. Dia sengaja melebar dan menggiring Marquez keluar lintasan. Marquez yang berupaya untuk keluar dari jebakan pun mencoba menyalip Rossi dari sisi luar dengan merebahkan motornya hingga menyentuh motor dan kaki Rossi. Refleks, Rossi pun menggerakkan kakinya dan mendorong Marquez hingga terjatuh.

Akibat kejadian itu, Rossi mendapatkan hukuman memulai start dari posisi paling belakang pada seri MotoGP Valencia akhir pekan nanti. Kondisi ini tentu merugikan Rossi yang sedang mengejar gelar juara dunia kesepuluhnya tahun ini. Ayah Rossi menuding adanya konspirasi Spanyol untuk menggagalkan gelar juara dunia anaknya. Dia menuding adanya kongkalikong antara Jorge Lorenzo, Marquez, dan promotor MotoGP Dorna yang semuanya berasal dari Spanyol.

Dengan hanya unggul tujuh angka dari Lorenzo, Rossi harus finis satu tingkat di bawah rekan setimnya itu jika ingin mengamankan gelar juara. Saat ini, Rossi sedang melakukan upaya banding ke arbitrase olahraga internasional.

CRASH | FEBRIYAN

#MotoGP
#Marc Marquez
#Spanyol

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi