Pengacara Jempolan Dampingi Rossi di CAS, Bisa Menang?
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Selasa, 3 November 2015 17:06 WIB
Valentino Rossi. AP/Joshua Paul
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, saat ini tengah melakukan banding atas hukuman yang diterimanya di Court of Arbitration of Sport (CAS). Putusan banding itu akan diketuk paling lambat Jumat, saat sesi latihan untuk balapan terakhir di GP Valencia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam mengajukan banding, Rossi didampingi seorang pengacara hebat, yakni Massimiliano Maestretti. Pria asal Swiss tersebut sudah berpengalaman bersidang di CAS saat bekerja buat Ferrari pada 2004-2009. (Lihat video Insiden Sepang, Rossi Bersalah?, Para Rider Terbelah Jelang Moto GP Valencia, Inilah Penantang Rossi Berikutnya)

Rossi terhubung dengan Maestretti berkat rekomendasi dari mantan bos Ferarri, Stefano Domenicali, adalah salah satu penggemar berat The Doctor, julukan Rossi. Pada 2010, Domenicali pernah menawarkan Rossi untuk menjajal mobil F1. Tawaran itu pun tak disia-siakan Rossi. Bahkan, saat itu Rossi sempat digosipkan akan pindah ke ajang balap mobil paling bergengsi di dunia itu.    

Baca: 5 Kejadian Seru Setelah Insiden Panas Rossi Vs Marquez

Maestretti tak asing dalam menangani gugatan di CAS. Dia pernah memenangkan gugatan Ferarri terhadap hasil GP Malaysia 1999. Saat itu, pengawas balapan membatalkan kemenangan Eddie Irvine dan posisi kedua Michael Schumacher yang dianggap melakukan kecurangan.

Saat itu, Schumacher sengaja memperlambat mobilnya di putaran terakhir untuk memberi kemenangan pada Irvine yang sedang berduel dengan pembalap tim Mclaren Mercedes, Mika Hakkinen, untuk menjadi juara dunia. Tindakan Schumacher ini dianggap ilegal dan tak mencerminkan sikap sportif. Namun, hukuman itu kemudian dibatalkan setelah Ferarri memenangkan gugatan di CAS.

Melihat keberhasilan pengacara ini, bisa saja peluang Rossi untuk menang terbuka. Ia mengajukan banding ke CAS setelah pengawas lomba menyatakan dirinya bersalah telah menggiring Marc Marquez keluar lintasan pada seri MotoGP Malaysia dua pekan lalu. Tindakan itu dilakukan Rossi karena dia menilai Marquez sengaja menghalanginya untuk mengejar Jorge Lorenzo yang juga pembalap asal Spanyol. Rossi dan Lorenzo sedang bersaing untuk menjadi juara dunia MotoGP musim ini.

Sebelumnya, pembalap tim Movistar Yamaha itu menuding Marquez membantu Lorenzo saat balapan di seri sebelumnya, seri MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island. Dalam balapan di Phillip Island, Rossi menuding Marquez sengaja memperlambat laju motornya dan menahannya di belakang pembalap tim Ducatti, Andrea Ianonne, sebelum akhirnya menyalip Jorge Lorenzo di putaran terakhir dan menjadi pemenang. Hal itu dilakukan agar jarak angka antara Rossi dan Lorenzo dalam klasemen pembalap menipis. Saat itu Rossi memimpin klasemen dengan jarak 18 poin dari Lorenzo di posisi kedua dengan tiga balapan tersisa.

Tudingan Rossi dibantah Marquez. Marquez mengaku memperlambat laju motornya tapi menurut dia, hal itu dilakukan bukan untuk menahan Rossi. Dia mengaku melakukan itu untuk menghemat bannya.

Situasi panas berlanjut di lintasan. Marquez yang sempat berada di posisi kedua di belakang rekan setimnya, Dani Pedrosa, seperti sengaja memberikan jalan bagi Lorenzo. Dia pun tak mengejar Lorenzo dan memilih bertarung dengan Rossi untuk memperebutkan posisi ketiga. Keduanya terlibat aksi saling balap dan hampir beberapa kali bersentuhan.

Puncak kemarahan Rossi terjadi pada putaran ketujuh. Dia sengaja melebar dan menggiring Marquez keluar lintasan. Marquez yang berupaya untuk keluar dari jebakan pun mencoba menyalip Rossi dari sisi luar dengan merebahkan motornya hingga menyentuh motor dan kaki Rossi. Refleks, Rossi pun menggerakkan kakinya dan mendorong Marquez hingga terjatuh.

Akibat kejadian itu, Rossi mendapatkan hukuman memulai start dari posisi paling belakang pada seri MotoGP Valencia akhir pekan nanti. Kondisi ini tentu merugikan Rossi yang sedang mengejar gelar juara dunia kesepuluhnya tahun ini. Dengan hanya unggul tujuh angka dari Lorenzo, Rossi harus finis satu tingkat di bawah rekan setimnya itu jika ingin mengamankan gelar juara.

Sebelumnya, Rossi sudah mengajukan banding atas putusan itu kepada federasi balap motor internasional, FIM. Namun, FIM menolak banding Rossi dan menyatakan keputusan pengawas balapan sudah benar. Kini, Rossi pun menunggu putusan dari CAS yang rencananya akan keluar pada 5 November mendatang, tiga hari sebelum balapan terakhir musim ini di Sirkuit Valencia-Ricardo Tomo. Jika CAS memutuskan menerima tuntutan itu maka hukuman terhadap Rossi akan ditangguhkan.

LAGAZETTADELLOSPORT | FEBRIYAN

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi