Dituduh Konspirasi, Lorenzo Akui Dibantu Marquez & Pedrosa
Reporter: Tempo.co
Editor: Eko Ari Wibowo
Selasa, 10 November 2015 08:24 WIB
Pembalap MotoGP tim Yamaham Jorge Lorenzo berteriak gembira usai menjuarai laga MotoGp Valencia yang juga menjuarai MotoGP dunia tahun ini di Cheste, Valencia, Spanyol, 8 November 2015. REUTERS
Iklan
Iklan

TEMPO.COValencia - Juara dunia MotoGP 2015, Jorge Lorenzo, akhirnya buka suara soal tudingan Valentino Rossi, yang menjadi saingan beratnya, bahwa kemenangan dia di Sirkuit Valencia, Spanyol, atas bantuan Marc Marquez dan Dani Pedrosa, rekan senegaranya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Mereka tahu apa yang harus dimainkan. Faktanya, mereka orang Spanyol seperti saya, tentu membantu saya. Itu terbukti mereka biasanya mencoba untuk menyalip, tapi tidak dilakukan kali ini," kata Lorenzo kepada saluran Movistar MotoGP TV, Ahad, 8 November 2015. (Lihat video Meme Dukungan Dari Penggemar Rossi, Fakta Menarik di Ajang Moto GP Valencia)

Lorenzo mengumpamakan hal tersebut juga akan terjadi jika Valentino Rossi berada pada posisinya. "Jika Valentino telah di posisi saya dan dengan orang Italia di belakangnya, tentu dia akan melakukan hal serupa. Gelar juara dunia harus untuk Spanyol."

Baca juga: Aneh, Tanah Ini Mendadak Telan 12 Mobil: Penyebabnya? Rossi Akan Nikahi Kekasih Cantiknya, Pacar Lorenzo pun Seksi  

Dalam balapan tersebut, Lorenzo meraih kemenangan. Sedangkan Marquez dan Pedrosa berada pada posisi kedua dan ketiga. Sedangkan Rossi jauh tertinggal sekitar 20 detik di belakang rombongan pembalap asal Spanyol tersebut. Rossi menuding Marquez dan Dani Pedrosa tak menyalip Lorenzo meski kecepatan sepeda motor keduanya lebih kencang ketimbang Lorenzo. 

Namun, ketika diminta menjelaskan bagaimana Marquez dan Pedrosa membantunya, Lorenzo mengatakan dia hanya berfokus dalam menjaga performa ban agar finis paling depan. "Saya hanya berusaha menjaga ban belakang agar catatan waktu tetap stabil," ujarnya.

Soal performa Rossi saat balapan, Lorenzo menilai hal itu adalah salah satu hasil terbaik. Apalagi, kata dia, Rossi harus mengawali balapan dari posisi paling belakang. "Anda bisa melihat, saat balapan, Rossi bermain tanpa tekanan dan berusaha hingga batasnya. Namun dia harus menyelesaikan balapan 20 detik di belakang kami," tutur Lorenzo, yang mengklaim selisih sejauh itu menjadi tolok ukur dirinya layak menjadi juara dunia 2015.

CRASH.NET | EKO

Baca juga: Detik-detik Sukhoi TNI AU Paksa Pilot Amerika Mendarat Wow, Harta Rossi Rp 1,6 Triliun, Lorenzo Lebih Miskin!

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi