Casey Stoner Dikabarkan Kembali Membalap di MotoGP 2016  
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Kamis, 12 November 2015 13:32 WIB
Casey Stoner. AP/Shuji Kajiyama

TEMPO.COJakarta - Mantan Juara Dunia MotoGP 2 kali, Casey Stoner, dikabarkan akan kembali membalap bersama tim yang pernah dibawanya menjadi juara dunia, Ducatti. Pihak Ducatti sendiri tak membantah bahwa mereka tertarik kembali membawa pembalap Australia itu ke lintasan MotoGP.

Gosip bahwa Stoner akan kembali membalap bersama Ducatti berembus dari laporan laman Speedweek saat balapan seri MotoGP Valencia akhir pekan lalu. Mendapat gempuran pertanyaan dari media, Direktur Olahraga tim Ducatti, Paolo Ciabatti pun angkat bicara. Dia menyatakan bahwa pihaknya membuka kemungkinan itu.

"Seperti yang kalian ketahui, Stoner adalah pahlawan bagi Ducatti. Dia memenangkan banyak balapan dan memberikan gelar juara dunia pada 2007. Kemudian dia pindah ke Honda dan bekerja bersama mereka, tetapi dia tetap melekat di hati penggemar Ducatti dan memiliki hubungan yang baik dengan banyak orang di Ducatti," ujar Ciabatti. 

"Jadi, kita lihat saja akan seperti apa ke depannya. Kita tahu bahwa kontraknya dengan Honda habis akhir tahun ini dan sangat jelas jika ada kesempatan untuk melakukan sesuatu bersama dia, kami akan sangat menyukainya. Hanya itu yang bisa saya sampaikan," lanjutnya.

Stoner saat ini memang menjadi pengetes motor MotoGP bagi Honda. Kariernya di MotoGP bermula pada 2006. Dia bergabung dengan tim LCR Honda. Di musim pertamanya itu, dia langsung berhasil menempati urutan start terdepan di seri MotoGP Qatar. Dia juga berhasil naik podium kedua di seri MotoGP Turki. Namun, sejumlah kecelakaan membuatnya hanya berada di posisi kedelapan pada klasemen akhir.

Kecemerlangan Stoner membuat Ducatti merekrutnya setahun kemudian. Bersama Ducatti, Stoner langsung menjuarai seri pertama MotoGP 2007 di Qatar. Dari empat seri awal MotoGP 2007, dia berhasil menjuarai tiga di antaranya. Dia hanya kalah di seri MotoGP Spanyol yang saat itu dimenangi oleh Valentino Rossi. Hasil di empat seri awal itu langsung membuatnya menjadi penantang terberat Rossi. 

Salah satu balapan paling bertensi tinggi antara Rossi dan Stoner adalah saat seri MotoGP Catalunya. Saat itu, Stoner dan Rossi terlibat aksi saling salip hingga garis akhir. Stoner pun menang dengan selisih hanya 0.069 detik. Tahun 2007 itu, keperkasaan Stoner tak bisa dibendung oleh The Doctor, julukan Rossi. Dia berhasil menjuarai 10 dari 18 seri MotoGP dan berhasil naik podium sebanyak 14 kali. Alhasil, dia memastikan menjadi juara dunia dengan 4 seri balapan tersisa.

Pertarungan antara Rossi dan Stoner berlanjut setahun berselang. Memenangi seri pembuka MotoGP 2008 di Qatar, Stoner tak mampu mengimbangi kecepatan Rossi di seri berikutnya. Dia hanya berhasil membuntuti Rossi untuk merebut posisi kedua pada seri MotoGp Italia di sirkuit Mugello. 

Salah satu balapan yang sangat dikenang antara Rossi dan Stoner tahun itu adalah saat seri MotoGP Amerika di sirkuit Laguna Seca. Saat itu keduanya saling salip hingga memaksa Stoner keluar lintasan. Untungnya, Stoner masih mampu kembali dan meraih posisi kedua saat itu. Pada akhir musim, dia pun harus puas berada di posisi kedua di belakang Rossi setelah hanya mampu menjuarai 6 seri dari 18 seri yang ada. Rossi akhirnya menjadi juara dunia MotoGP pada 2008.

Pada 2009, Stoner mengalami masalah dengan kondisi fisiknya. Dia mengalami gangguan dengan kadar laktosa dalam tubuhnya dan membuatnya hanya mampu finis di posisi keempat di klasemen akhir. Pada 2010, masalah laktosa masih menghantui Stoner, dan dia pun hanya berhasil menjuarai 3 seri dan finis di posisi ketiga klasemen akhir.

Musim 2011, Stoner loncat ke tim Repsol Honda. Sementara tempatnya di tim Ducatti ditempati oleh rival terberatnya, Valentino Rossi. Musim itu, Stoner kembali mengulang kejayaannya seperti 2007. Menjuarai 10 seri dan hampir selalu naik podium, dia pun menjadi juara dunia setelah memenangkan seri MotoGP Australia di sirkuit Phillip Island dan menyisakan dua seri tersisa. 

Di seri awal tahun 2012, Stoner diprediksi banyak orang akan kembali menjadi juara dunia. Dia bersaing dengan pembalap tim Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo. Namun, dia membuat pernyataan mengejutkan pada seri MotoGP Prancis di sirkuit Le Mans. Dia menyatakan akan pensiun dari balapan MotoGP. Di akhir musim dia mengalami kecelakaan berat di seri MotoGP Indianapolis. Kecelakaan itu membuatnya harus naik meja operasi dan tak bisa mengikuti tiga seri. Dia pun akhirnya hanya berhasil merebut posisi ketiga tahun itu.

CRASH|MOTOGP|FEBRIYAN

#MotoGP
#Spanyol

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi