MotoGP 2017 Bisa Dongkrak Properti Sekitar Sirkuit Sentul
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Jumat, 4 Desember 2015 01:19 WIB
Sejumlah pembalap melaju saat perlombaan kelas 250 cc Yamaha Sunday Race di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 November 2015. Renca digelarnya ajang MotoGP 2017 di Sentul disambut gembira oleh manajemen Sentul yang akan bergerak cepat untuk merenovasi sirkut Sentul dengan standar Internasional. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Indonesia untuk menggelar balapan MotoGP pada 2017 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dianggap bisa menjadi salah satu pendorong pasar untuk membeli properti di sekitar area tersebut.

Vice President Olympic Development, yakni sayap bisnis perusahaan furnitur dan mebel Olympic Group, bersama HK Realtindo mengembangkan apartemen pada kawasan industri di Sentul, Jawa Barat.

Di atas lahan seluas 6.400 m2, perusahan membangun dua menara hunian bertajuk Olympic Residence dengan kapasitas 780 unit. Adapun kawasan industri yang diberi nama Oympic CBD ini memiliki luas total 100 hektare.

“Kami sudah mengembangkannya selama 15 tahun. Sisa lahan yang ada, yakni sebesar 15 hektare akan digunakan untuk properti komersil seperti apartemen, hotel, dan perkantoran,” tuturnya di Sentul, Kamis (3/12/2015).

Imelda menyebutkan, potensi pasar utama apartemen perdananya ialah pada pekerja dari sekitar 65 perusahaan multinasional yang ada di Olympic CBD. Mayoritas ekspatriat berasal dari Jepang, Korea, dan Cina.

Menurutnya, pasar properti di kawasan Sentul akan semakin bergairah dengan adanya infrastruktur seperti Light Rapid Transportation (LRT) atau kereta ringan. 

Selain itu, gelaran MotoGP pada 2017 mendatang di Sirkuit Sentul juga dipercaya menarik para konsumen. Pasalnya, kegiatan bisnis dan ekonomi di sekitarnya akan ikut terpacu.

“Penghuni di lantai atas nantinya bisa melihat langsung pertandingan di sirkuit,” ujarnya setengah bercanda.

BISNIS.COM

#MotoGP
#MotoGP

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi