Hyundai Catat Penjualan yang Kurang Menggembirakan di 2015  
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Senin, 21 Desember 2015 15:19 WIB
Bentuk belakang Hyundai N50 saat diperkenalkan dalam pameran otomotif Frankfurt Motor Show (IAA) 2015 di Frankfurt, Jerman, 15 September 2015. Mengusung mesin Hidrogen membuat Hyundai N50 mobil pertama di dunia yang menggunakan Hidogen. REUTERS

TEMPO.COJakarta - Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Co, mencatat kinerja penjualan yang kurang menggembirakan pada 2015. Untuk pertama kalinya realisasi penjualannya lebih rendah dari target penjualan. 

Penyebabnya adalah perekonomian global melemah yang berdampak pada merosotnya permintaan di Cina dan sejumlah negara berkembang akibat nilai tukar yang tidak menguntungkan.

Guna mencapai target penjualan tahunan sebesar 5,05 juta unit, produsen terbesar di Korea Selatan tersebut harus mampu menjual setidaknya 50 persen lebih banyak di bulan Desember ini dibandingkan rata-rata penjualan bulanan di tahun ini.

Tidak adanya model terbaru yang dirilis serta terus merosotnya penjualan Hyundai di Rusia dan Brasil turut menghambat produsen otomotif ini mencapai target.

Beberapa tahun terakhir, Hyundai telah diuntungkan dari lonjakan permintaan otomotif di Cina, yang merupakan pasar terbesar bagi Hyundai di tahun 2009.

Namun meningkatnya ketergantungan terhadap pasar Cina tersebut berubah anjlok setelah pertumbuhan ekonomi Cina melemah tahun ini serta turunnya tingkat kepercayaan konsumen di tengah merosotnya saham Hyundai pada musim panas kali ini.

Penjualan Hyundai di sejumlah negara berkembang pun turut menurun tahun ini.

"Tidak ada satu pun yang mengharapkan penjualan di Cina akan merosot tahun ini karena kami menjadikan Cina sebagai pasar utama kami," ungkap Lee Sang Hyun, seorang analis IBK Securities Co.

"Meskipun penjualan di Cina mungkin akan meningkat di tahun 2016, situasi pasar di Cina diharapkan dapat membaik," tambahnya.

Sebelumnya, Hyundai pernah gagal mencapai target di tahun 2008. Penjualan anjlok hingga 327 ribu unit dibandingkan target 3,11 juta unit di tengah krisis ekonomi Amerika Serikat yang berdampak pada resesi global. Hal tersebut membuat Hyundai tidak memasang target di tahun berikutnya.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi