Rossi Ingin Akhiri Karier di Yamaha, Ada Pesan untuk Lorenzo  
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Selasa, 19 Januari 2016 17:33 WIB
Pembalap MotoGP tim Yahama, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi berpose dengan motor Yamaha seri terbaru YZR-M1 untuk musim 2016 di Barcelona, Spanyol, 18 Januari 2016. Meski masuk pada tim yang sama, kedua pembalap ini dikenal dengan rivalitasnya di dunia MotoGP. REUTERS/Albert Gea
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Italia, Valentino Rossi, berikrar untuk mengakhiri kariernya di MotoGP bersama tim Movistar Yamaha. Namun, dia belum menentukan kapan dia akan berhenti mengendarai kuda besi tercepat di dunia itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ikrar Rossi itu diucapkannya di sela peluncuran motor Yamaha YZR-M1 2016 yang akan menjadi tunggangannya musim ini. Dia mengatakan masih ingin berkompetisi menjadi pembalap motor nomor wahid di dunia pada musim ini dan musim selanjutnya.

"Saya ingin membalap tahun ini dan juga setelah 2016. Dalam situasi tertentu, saya ingin mengakhiri karier saya bersama Yamaha," ujarnya seperti dilansir laman BBC, Senin, 18 Januari 2016. "Saya ingin berada pada level seperti yang saya miliki pada dua tahun terakhir. Setelah itu saya akan melihat apakah saya masih bisa berjuang untuk gelar juara atau tidak."

Rossi adalah legenda hidup MotoGP. Dia merupakan pemegang 9 kali juara dunia (1 gelas kelas 125 cc, 1 gekas kelas 250 cc, dan 7 gelar juara MotoGP) dan merupakan pembalap dengan rekor gelar juara dunia terbanyak kedua di dunia setelah Giacomo Agostini. Agostini mengantongi 15 gelar juara dunia di semua kelas.

Soal perebutan gelar juara musim ini, dia masih menganggap rekan setimnya, Jorge Lorenzo, sebagai lawan terberat. Namun Rossi berharap musim ini keduanya akan memiliki hubungan yang lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pembalap 36 tahun itu berharap keduanya akan jauh lebih menghormati satu sama lain sehingga tercipta situasi tim yang lebih harmonis.

"Saya selalu menghormati Jorge Lorenzo, tetapi dia lebih sedikit menghormati saya," ujarnya. "Mari berharap kami akan bisa lebih saling menghormati musim ini," ujarnya.

Musim lalu, Rossi dan Lorenzo memang terlibat gesekan keras, terutama dalam tiga balapan terakhir. Gesekan itu berawal saat Rossi yang memimpin klasemen menuding pembalap Honda, Marc Marquez, membantu Jorge Lorenzo untuk finis di depannya pada balapan di seri MotoGP Australia di sirkuit Phillip Island. Saat itu, Rossi dan Lorenzo memang sedang bersaing untuk menjadi juara dunia.

Tudingan yang dilancarkan Rossi menjelang seri MotoGP Malaysia di sirkuit Sepang itu pun merambat ke lintasan balapan. Marquez seperti sengaja membiarkan Lorenzo melewatinya dan memilih bertarung dengan Rossi. Keduanya terlibat dalam aksi salip-menyalip yang hampir membuat motor mereka bersenggolan.

Rossi yang geram dengan aksi Marquez akhirnya memperlambat motornya di sebuah tikungan sambil menggiring pembalap muda asal Spanyol itu ke pinggir lintasan. Mereka pun terlibat senggolan sehingga Marquez terjatuh dan tak bisa meneruskan lomba.

Menanggapi aksi itu, Lorenzo angkat bicara. Dia menilai Rossi seharusnya didiskualifikasi dari perlombaan. Akibat komentarnya yang menyudutkan rekan setimnya itu Lorenzo pun mendapat teguran dari bos tim Yamaha, Lin Jarvis.

BBC | FEBRIYAN

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi