Buntut Rossi vs Marquez, Aturan Soal Pinalti MotoGP Diubah
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Kamis, 3 Maret 2016 20:35 WIB
Pembalap MotoGP Valentino Rossi (kiri), dan Marc Marquez. AP/Shizuo Kambayashi

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Grand Prix memutuskan mengubah peraturan soal pinalti kepada para pembalap MotoGP di musim 2016 yang akan segera bergulir. Komisi yang terdiri dari perwakilan asosiasi pabrikan motor, Dorna selaku promotor MotoGP, Badan Balap Motor Dunia -FIM- serta perwakilan asosiasi tim non pabrikan memutuskan untuk menyederhanakan jenis hukuman bagi pembalap. Pertemuan Komisi Grand Prix digelar di Qatar.

Tahun ini MOtoGP hanya akan mengenal satu jenis hukuman saja, yaitu diskualifikasi dari balapan. Hukuman itu diberikan jika pembalap secara akumulasi mendapatkan 10 poin pelanggaran dalam satu musim. Tiap pelanggaran memiliki bobot poin berbeda-beda. Komisi Grand Prix menghapus pinalti start dari posisi terbelakang dan start dari garasi yang diberlakukan sebelumnya.  

Selain itu, Komisi Grand Prix juga membuat larangan baru kepada para pembalap dan tim MotoGP. Pembalap dan tim tak diperbolehkan membuat pernyataan atau pun isu yang dianggap tak bertanggungjawab dan bisa menyebabkan kerusakan pada citra kejuaraan.

Dua peraturan baru itu disebut merupakan respon Komisi Grand Prix menyusul perang antara pembalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dan pembalap tim Repsol Honda, Marc MArquez di akhir musim lalu.

Saat itu, Rossi menyerang Marquez dengan menyatakan bahwa pembalap asal Spanyol itu membantu Jorge Lorenzo yang sedang berkompetisi dengannya untuk merebut gelar juara dunia. Tudingan itu dilemparkan Rossi pada sesi konferensi pers MotoGP Malaysia. Rossi kesal karena Marquez tampak sengaja menghalang-halangi dirinya saat balapan di MotoGP Australia.

Situasi tegang di ruang media itu berujung pada aksi di lintasan. Marquez dan Rossi terlibat aksi saling salip yang tak jarang hampir membuat keduanya bersentuhan. Buntutnya, Rossi menggiring motor Marquez keluar lintasan.

Si bayi alien, sebutan Marquez, yang mencoba keluar dari perangkap Rossi terpaksa membenturkan motornya ke motor Rossi sehingga membuat dirinya sendiri terjatuh dan tak bisa meneruskan lomba.

Insiden itu semakin panas setelah Lorenzo yang notabene adalah rekan setim Rossi mengeluarkan pernyataan membela Marquez. Ketegangan antar kedua pembalap tim Yamaha itu terjadi di seri terakhir MotoGP Valencia. Di seri itu, Rossi yang mendapatkan hukuman start dari posisi terakhir akhirnya harus merelakan gelar juara dunia ke tangan Lorenzo.

Aturan soal tak boleh membuat pernyataan yang "tak bertanggungjawab" itu sendiri dinilai masih memiliki celah. Tak jelas siapa yang akan menilai sebuah pertanyaan dari tim atau pembalap itu bertanggungjawab atau tidak.

CRASH|FEBRIYAN

#MotoGP
#Qatar

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi