Tuan Rumah MotoGP, Kemenpora: Tergantung Presiden
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Rabu, 16 Maret 2016 20:34 WIB
Pembalap MotoGP Tim Repsol Honda, Marc Marquez, berfoto selfie di depan penggemarnya seusai peluncuran kendaraan Tim Repsol Honda MotoGP 2016 di Sirkuit Sentul, Bogor, 14 Februari 2016. Indonesia menjadi tempat tim balap MotoGP Repsol Honda secara resmi memperkenalkan Honda RC213V. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga saat ini belum memutuskan lokasi pelaksanaan kejuaraan MotoGP 2017 karena sangat tergantung keputusan presiden.

"Kami menyambut gembira Sentul mengajukan diri menjadi tuan rumah MotoGP 2017-2019. Tapi saat ini belum ada keputusan. MotoGP Sentul tergantung keputusan presiden," kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Rabu.

Manajemen Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, sudah menyatakan kesiapannya untuk menggelar kejuaraan bergengsi tersebut.

Menurut dia, keinginan Sentul menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia ini akan kembali dibahas dalam rapat terbatas (ratas) bersama dengan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat bersamaan dengan pembahasan perkembangan Asian Games 2018.

Ratas tersebut, kata dia, bisa dikatakan sebagai tindak lanjut surat dari manajemen Sentul melalui IMI. Dalam surat yang dikirimkan ke Kemenpora itu pihak Sentul tetap berharap bisa menjadi tuan rumah MotoGP meski tidak akan menggunakan dana dari APBN.

"Semuanya tergantung presiden. Jikapun disetujui, Sentul hanya akan digunakan untuk MotoGP 2017. Itupun banyak syarat yang harus dipenuhi. Untuk sisanya kemungkinan akan menggunakan sirkuit lain," katanya menambahkan.

Gatot menjelaskan, jika Sentul menjadi tuan rumah MotoGP 2017 terlebih dahulu harus ada pembicaraan dengan pihak Kementerian Keuangan dan Kementerian Pariwisata yang nantinya juga akan terlibat dalam menyukseskan kejuaraan internasional di Indonesia itu.

Pihak Kementerian Pariwisata, kata Gatot, sudah menyatakan kesiapannya untuk mendukung kejuaraan bergengsi tersebut. Hanya saja, sebelum memberikan dukungan harus ada keputusan presiden (keppres) terkait MotoGP di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa mengatakan, Sentul merupakan tempat yang paling realistis untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2017 karena jika dilakukan renovasi tidak membutuhkan dana besar dibandingkan dengan membangun sirkuit baru.

Selain di Sentul, ada opsi kejuaraan MotoGP 2017 akan dilakukan di sirkuit non permanen di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Hanya saja, rencana itu dinilai cukup berat meski peluangnya tetap ada.

"Semuanya tergantung keputusan pemerintah. Posisi IMI hanya menjadi penengah antara Dorna (promotor MotoGP) dengan pemerintah," katanya usai melakukan pertemuan dengan Menpora Imam Nahrawi.

Indonesia memang mendapatkan tawaran menjadi tuan rumah MotoGP selama tiga tahun hingga 2019 oleh Dorna. Hanya saja untuk 2018-2019 sudah ada pihak yang siap untuk menggelarnya yaitu Sumatera Selatan. Provinsi yang dipimpin Alex Noerdin ini akan membangun sirkuit standar internasional untuk kejuaraan tersebut.

ANTARA

#MotoGP
#MotoGP

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi