Ducati Berkembang Pesat, Rossi Merasa Terancam di Trek Lurus
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Jumat, 18 Maret 2016 17:56 WIB
Andrea Iannone dari tim Ducati beraksi dalam sesi tes pramusim MotoGP 2016 yang digelar di sirkuit Losail, Qatar, 3 Maret 2016. ducati.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap tim Movistar Yamaha Moto GP, Valentino Rossi, takjub dengan perkembangan motor Ducati tahun ini. Dia menilai Ducati bisa sangat berbahaya di jalur lurus karena memiliki keunggulan kecepatan puncak yang besar.

"Kami memiliki data dan sepertinya itu akan menjadi masalah bagi semua pembalap. Ducati Desmosedici GP16 bisa lebih cepat 10 kilometer per jam dari kami," ujarnya usai latihan hari pertama MotoGP Qatar, Kamis malam kemarin.

Dalam sesi latihan itu, dua pembalap yang menggunakan mesin Ducati, Andrea Iannone dan Hector Barbera, menguntit Rossi dan rekannya, Jorge Lorenzo, yang mampu mencatatkan wakku tercepat pertama dan kedua.

Ianonne yang membela tim pabrikan Ducati dan menggunakan mesin terbaru, Desmosedici GP16, hanya terpaut 0,029 dari catatan waktu Rossi. Sementara Hector Barbera yang membela tim Avintia Racing dan menggunakan mesin Desmosedici GP 14.2 hanya terpaut 0,079 detik dibelakangnya.

Berdasarkan data resmi dari laman MotoGP, Ianonne memang merupakan pembalap yang memiliki kecepatan puncak paling tinggi diantara pembalap lainnya. Dia mampu menggeber motornya hingga kecepatan 346,9 kilometer per jam. Sementara Rossi hanya mampu menggeber Yamaha YZR-M1 tunggangannya hingga 338,4 kilometer per jam.

Minimnya jarak kedua pembalap itu menurut Rossi adalah sebuah ancaman serius. Keduanya bisa saja menyalip dirinya dan Lorenzo di tikungan terakhir sebelum masuk garis finis.

"Saya tidak melihat data resminya, tetapi ini adalah masalah jika mereka bisa menguntit kami dan menyalip di jalur lurus untuk memenangkan lomba," ujarnya.

CRASH|MOTOGP|FEBRIYAN

#MotoGP
#MotoGP
#Valentino Rossi
#Qatar

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi