Rio Haryanto: Sirkuit Shanghai Lebih Teknis
Reporter: Tempo.co
Editor: Gadi kurniawan makitan tnr
Jumat, 15 April 2016 06:43 WIB
Rio Haryanto, pembalap Manor Racing F1 asal Indonesia, mengenakan pelindung kepala tahan api sebelum mengikuti latihan ketiga Australian Formula One Grand Prix di Melbourne, 19 maret 2016. REUTERS/Brandon Malone

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Indonesia Rio Haryanto akan menjalani rangkaian Grand Prix Formula 1 Cina di Sirkuit Internasional Shanghai mulai Jumat, 15 April 2016. Dia sudah mengenali karakteristik sirkuit tersebut.

“Ini sirkuit yang berbeda karena lebih technical dibandingkan Bahrain dan Melbourne, terutama di belokan 1, 2, 3,” kata Rio kepada Tempo, Rabu, 13 April 2016. “Banyak juga perubahan elevation (kontur tanah).”

Untuk itu, menurut Rio, dia harus terus berada di garis balapan yang tepat.

Pembalap 23 tahun asal Solo ini berharap bisa mencetak performa lebih maksimal di Shanghai, mengingat dia merasa lebih diuntungkan dengan sistem kualifikasi yang kembali seperti semula. “Dengan format kualifikasi yang lama, kami bisa menggunakan 20 menit Q1,” kata dia.   

Rio juga punya catatan baik di Shanghai saat masih berlaga di ajang Formula 2.0 Asia. “Saya pernah menang juara 1 dan di dua balapan sebelumnya naik podium,” ujarnya. Pembalap yang hobi masak itu pun paham sirkuit Shanghai punya karakteristik lebih teknis.

Rio pun bertekad melanjutkan catatan baik yang sudah ditorehkan di Bahrain. Di balapan itu, dia bisa menyelesaikan balapan di urutan 17—terakhir di antara pembalap-pembalap mampu menyelesaikan balapan. Dalam balapan sebelumnya di Melbourne, Rio gagal finis karena mengalami kerusakan mesin.

GADI MAKITAN

#F1
#Rio Haryanto

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi