F1 Akan Gunakan Data Biometrik untuk Keamanan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Rabu, 8 Juni 2016 08:25 WIB
Lewis Hamilton memacu mobilnya saat Grand Prix F1 Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, 7 Juni 2015. Hamilton berhasil memenangkan Grand Prix Kanada sehingga juara dunia Formula 1 ini unggul 17 poin dari rekan satu timnya Nico Rosberg. REUTERS/Chris Wattie

TEMPO.COJakarta - Formula One (F1) berencana menambah kamera kokpit dan mengumpulkan data biometrik dari pembalap dalam waktu dekat untuk lebih memahami kecelakaan dan meningkatkan keamanan.

Kamera perekam kecepatan tinggi, yang mengarah ke pembalap dan merekam setiap satu per seratus detik, pada awal tahun telah dipasang di setiap mobil dan memberikan informasi rinci tentang kecelakaan Fernando Alonso di Grand Prix Australia, Maret. Perangkat komunikasi radio yang terpasang pada telinga pembalap juga dilengkapi akselerometer kecil, yang terhubung dengan unit kendali elektronika mobil, untuk mengukur tekanan pada kepala ketika terjadi tabrakan.

Manajer Umum Penelitian Global Institute FIA Laurent Mekies mengatakan akan ada tambahan lebih banyak perangkat. Biometrik, yang mengumpulkan data seperti detak jantung, suhu tubuh, dan jumlah keringat pembalap, adalah langkah berikutnya.

"Harapan saya, kami dapat memasang sesuatu pada pembalap sebelum akhir musim ini, setidaknya pada sebuah uji coba," kata Mekies pada edisi terkini majalah Auto FIA yang dikutip kantor berita Reuters. "Data biometrik akan membantu kami menilai kondisi pembalap sebelum, ketika terjadi, dan setelah kecelakaan selama penyelamatan dilakukan."

Mekies juga berencana memperkenalkan sistem perlindungan kepala kokpit musim depan dengan perangkat yang disebut "halo", yang juga menawarkan peluang untuk menempatkan kamera tambahan di atas pembalap. Sabuk pengaman pun dapat dipakai untuk membantu memperkirakan tekanan pada tubuh bagian atas pembalap.

Dalam kasus kecelakaan Alonso pada pembuka musim di Melbourne, rekaman kamera berkecepatan tinggi menampilkan helm pembalap Spanyol itu tertubruk sisi kiri dalam sandaran kepala dua kali saat tabrakan. Pembalap McLaren, yang menabrak pembalap Haas Esteban Gutierrez dengan kecepatan 305 kilometer per jam, mencatatkan perlambatan lateral 46G setelah mobilnya terbalik dan melayang di udara. Alonso selamat, tapi melewatkan balapan berikutnya di Bahrain.

FIA menyebutkan untuk pertama kalinya sistem pengukuran keamanan baru ini diterapkan bersama guna memberikan "gambaran forensik tentang apa yang terjadi pada pembalap dan mobilnya saat kecelakaan besar".

ANTARA

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi