Sirkuit F1 Bakal Pasang Kamera Pengumpul Data Biometrik
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Rabu, 8 Juni 2016 23:00 WIB
Tim Red Bull mendominasi balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, dengan berhasil menempatkan dua pembalapnya, Sebastian Vettel dan Mark Webber menjadi juara pertama dan kedua dalam seri kedua Grand Prix Formula 1 musim 2013, Minggu (24/3). REUTERS/Tim Chong

TEMPO.CO, Jakarta - Formula One (F1) berencana menambah kamera kokpit dan mengumpulkan data biometrik dari pebalap dalam waktu dekat untuk lebih memahami kecelakaan dan meningkatkan keamanan.

Kamera perekam kecepatan tinggi, yang mengarah ke pebalap dan merekam setiap satu per seratus detik, pada awal tahun telah dipasang di setiap mobil dan memberikan informasi rinci tentang kecelakaan Fernando Alonso di Grand Prix Australia, Maret.

Perangkat komunikasi radio yang terpasang pada telinga pebalap juga dilengkapi akselerometer kecil, yang terhubung dengan unit kendali elektronika mobil, yang mengukur tekanan pada kepala ketika terjadi tabrakan.

Manager Umum Penelitian Global Institute FIA Laurent Mekies mengatakan bahwa akan ada tambahan lebih banyak perangkat.

Biometrik, yang mengumpulkan data seperti detak jantung, suhu tubuh, dan jumlah keringat pebalap, adalah langkah berikutnya.

"Harapan saya, kami dapat memasang sesuatu pada pebalap sebelum akhir musim ini, setidaknya pada sebuah uji coba," katanya di edisi terkini majalah Auto FIA yang dikutip kantor berita Reuters.

"Data biometrik akan membantu kami untuk menilai kondisi pebalap sebelum, ketika terjadi, dan setelah kecelakaan sepanjang tindakan penyelamatan dilakukan," ujarnya.

Mekies juga berencana memperkenalkan sistem perlindungan kepala kokpit musim depan, dengan perangkat yang disebut "halo" yang juga menawarkan peluang untuk menempatkan kamera tambahan di atas pebalap.

Sabuk pengaman juga dapat dipakai untuk membantu memperkirakan tekanan pada tubuh bagian atas pebalap.

Dalam kasus kecelakaan Alonso pada pembuka musim di Melbourne, rekaman kamera berkecepatan tinggi menampilkan helm pebalap Spanyol itu tertubruk sisi kiri dalam sandaran kepala dua kali saat tabrakan.

Pebalap McLaren yang menabrak pebalap Haas Esteban Gutierrez dengan kecepatan 305 kilometer per jam itu mencatatkan perlambatan lateral 46G setelah mobilnya terbalik dan melayang di udara. Alonso selamat, tapi melewatkan balapan berikutnya di Bahrain.

FIA menyebut ini untuk pertama kalinya sistem pengukuran keamanan baru diterapkan bersama untuk memberikan "gambaran forensik tentang apa yang terjadi pada pebalap dan mobilnya saat kecelakaan besar".

ANTARA

#F1
#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi