Sebelum Mengumumkan Bubar, Ford Minta Diler Pindah Lokasi
Reporter: Tempo.co
Editor: Praga Utama TNR
Senin, 27 Juni 2016 18:15 WIB
Suasana servis center dan penjualan mobil Ford di Jakarta, 26 Januari 2016. Keputusan Ford Motor Indonesia untuk mundur akan dilakukan pada paruh kedua 2016. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - September 2015 lalu, salah satu grup diler Ford di Indonesia, Nusantara Ford, membuka sembilan cabang diler di sembilan kota. Salah satu dilernya, yang berlokasi di BSD, Tangerang bahkan jadi diler Ford terbesar di Asia Tenggara. 

"Itu komitmen kami untuk memperluas jaringan Ford di Indonesia," kata Sekretaris Dewan Pengusaha Diler Ford di Indonesia Nugroho Suharlim dalam konferensi pers di SCBD, Senin, 27 Juni 2016. 

Sebelumnya pada 2011, prinsipal Ford Motors menyampaikan rencana besar yang disebut Asean Better Plan kepada para mitra usaha di Indonesia. "Di sana disebutkan akan ada perluasan jaringan pemasaran dari 5 primary market area (PMA) menjadi 29 PMA. "Ini meyakinkan kami, para pengusaha diler menambah investasi dengan membuka cabang-cabang baru."

Pada Desember 2015, pengusaha diler dari grup Auto Kencana (AK) Ford ditegur oleh agen pemegang merek Ford Motors Indonesia (FMI) agar segera membuka diler baru di kawasan Puri Pesanggrahan, Jakarta Barat. "Kami diminta merelokasi diler di Jalan Panjang, Jakarta Barat, karena berdiri di lahan sewaan," ujar Andee Yoestong, perwakilan AK Ford yang memiliki 11 dealer. 

Akhirnya, Andee menjelaskan, pihak AK Ford membeli lahan dan mendapatkan surat Izin Mendirikan Bangunan untuk lokasi diler di Puri Pesanggrahan itu. "FMI memang memberlakukan syarat ketat, yakni diler harus berdiri di lahan milik sendiri, dan itu kami penuhi."

Namun, kata Andee, sebulan kemudian FMI tiba-tiba mengumumkan akan menarik diri dari Indonesia pada akhir 2016 ini. "Kami kecewa karena sebelumnya tak ada pemberitahuan, kami tak diajak bicara."

Akibat sudah berinvestasi miliaran, pengusaha merasa dirugikan oleh keputusan sepihak Ford. Bulan ini, mereka melayangkan dua somasi kepada FMI untuk minta jaminan kepastian usaha di masa depan. "Tapi dua surat somasi itu belum ditanggapi," kata kuasa hukum enam pengusaha diler Ford Harry Ponto. 

Jika somasi ini masih didiamkan, ujar Harry, pengusaha berniat menuntut ganti rugi Rp 1 triliun. "Itu belum seberapa, karena setiap pengusaha mengeluarkan dana minimal Rp 20 miliar untuk membangun satu diler, belum termasuk membeli tanah."

Dihubungi terpisah, Direktur Komunikasi FMI Lea Kartika Indra menjelaskan, FMI belum menerima gugatan apapun dari para pengusaha diler. "Jadi kami belum bisa memberikan pernyataan spesifik." Tapi, ujarnya, FMI akan terus melibatkan para diler dalam penerapan rencana keluarnya Ford dari Indonesia pada akhir 2016 ini. 

"Prioritas kami tetap sama, yakni memastikan pelanggan kami terus menerima dukungan servis, suku cadang, dan garansi," kata Lea. 

PRAGA UTAMA 

#Industri Otomotif
#Ford

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi