Diguncang Mogok Kerja, Saham Hyundai Motor Turun 3 Persen
Reporter: Tempo.co
Editor: Rully Widayati
Kamis, 14 Juli 2016 23:37 WIB
Hyundai Logo (REUTERS/Lee Jae-Won)

TEMPO.CO, Jakarta - Serikat pekerja Hyundai Motor di Korea Selatan melakukan aksi mogok kerja untuk tahun kelima berturut-turut, setelah pembicaraan terkait penyesuaian upah mengalami jalan buntu seiring perlambatan penjualan secara global.

Serikat pekerja Hyundai Motor yang dipimpin oleh Park You-ki rencananya bertemu dengan pihak manajemen untuk memutuskan kapan akan mengakhiri pemogokan tersebut. Aksi tersebut melibatkan setidaknya 77 persen dari 48.806 orang anggota serikat pekerja Hyundai di Korea Selatan.

"Pemogokan itu didukung secara sukarela oleh 48.000 anggota serikat pekerja kami yang merasa tidak puas," kata serikat pekerja Hyundai Motor sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, Kamis, 14 Juli 2016. Akibat aksi tersebut, saham Hyundai Motor turun 3,0 persen, sedangkan Kia Motors sebagai perusahaan afiliasi menurun 1,9 persen.

"Pemogokan merupakan acara tahunan untuk Hyundai Motor, tapi ini membebani sentimen investor," kata EIM Eun-young, seorang analis sektor otomotif di analis Samsung Securities.

Hyundai Motor, produsen mobil terbesar kelima di dunia bersama dengan perusahaan afiliasinya yaitu Kia Motors, membukukan penurunan penjualan 0,9 persen pada semester pertama tahun ini seiring permintaan yang melambat di negara-negara berkembang.

Tahun ini, serikat pekerja Hyundai Motor menuntut kenaikan gaji sebesar 7,2 persen. Selain itu, serikat pekerja pun menuntut hak untuk menolak dipromosikan sehingga mereka dapat mempertahankan keanggotaan serikat mereka.

Jika serikat pekerja gagal mencapai kesepakatan dengan pihak manajemen, mereka berencana mengadakan pemungutan suara pada 8 Agustus untuk melakukan aksi selanjutnya.

BISNIS.COM

#Mogok Kerja
#Hyundai
#Korea Selatan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi