MotoGP: Ianonne Berharap Kembali Juara di Brno  
Reporter: Tempo.co
Editor: Febriyan
Kamis, 18 Agustus 2016 19:09 WIB
Andrea Iannone dari tim Ducati beraksi dalam sesi tes pramusim MotoGP 2016 yang digelar di sirkuit Losail, Qatar, 3 Maret 2016. ducati.com

TEMPO.COJakarta - Pembalap tim Ducati, Andrea Iannone, berharap dirinya bisa kembali meraih kemenangan pada balapan seri MotoGP Republik Cek di Sirkuit Brno. Dia menilai Brno memiliki karakter yang cocok dengan sepeda motor Descmosedici GP 16 tunggangannya.

Iannone mengatakan dia menyukai karakter Sirkuit Brno yang memiliki banyak lintasan dengan kecepatan tinggi. Hal itu sangat menguntungkan bagi sepeda motor Ducati yang dikenal memiliki puncak kecepatan paling tinggi di antara sepeda motor lainnya. 

Pembalap Italia itu memiliki modal bagus karena menempati posisi keempat tahun lalu, meskipun mengalami kendala teknis. Dia semakin yakin karena sepeda motor Ducati Descmosedici GP16 memiliki kecepatan yang baik dan mampu berkompetisi dengan pabrikan lain secara lebih baik.

"Sekarang kami akan menuju Brno untuk balapan selanjutnya dan saya kira ini adalah sirkuit yang baik bagi kami. Tahun lalu, saya finis pada posisi keempat meskipun mendapat masalah teknis. Namun sekarang kami memiliki kecepatan yang baik untuk bersaing menempati podium pada setiap balapan," ujarnya. 

Iannone pun menyatakan tim lain akan memberikan perlawanan yang ketat pada balapan Ahad besok. Namun dia yakin bisa kembali mendapat hasil baik seperti balapan sebelumnya. "Tentu rival kami akan sangat kuat di sirkuit ini, tapi saya melihat peluang besar bagi saya untuk kembali mencetak hasil baik," katanya. 

Pada balapan terdahulu dalam seri MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Iannone berhasil memecah puasa kemenangan Ducati yang tak pernah memuncaki podium selama tujuh tahun terakhir. Dia merebut gelar juara dengan mengalahkan rekan setimnya, Andrea Doviziosso, dan pembalap tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo. 

BacaKesal pada Iannone, Lorenzo Kecam Pengarah Lomba MotoGP

Iannone pernah membuat Jorge Lorenzo kesal. Lorenzo mengaku merasa takjub ketika Andrea Iannone justru bertanya apakah dia mengalami kegagalan mesin atau sesuatu yang aneh setelah Iannone menyeruduk bagian belakang sepeda motornya pada seri ketujuh MotoGP Catalunya pada Minggu, 5 Juni 2016.

"Sulit dipercaya, bukannya mengatakan 'maaf', tapi dia bertanya seperti itu. Saya pikir itu adalah kesalahannya, tapi ia bereaksi seperti ini dan tidak mengatakan maaf,” tutur Lorenzo.

MOTOGP | FEBRIYAN

#MotoGP
#Cek/Cheska

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi