Batavia Prosperindo Finance Kurangi Kredit Kendaraan Niaga
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Selasa, 7 Maret 2017 13:42 WIB
Stand perusahaan multifinance di arena Jakarta Fair, Kemayoran, Jakarta, Minggu (14/6). Pembiayaan sepeda motor bekas menjadi incaran perusahan multifinance sejak krisis keuangan global melanda. Tempo/Panca Syurkani
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan pembiayaan akan menurunkan porsi pembiayaan pada segmen kendaraan niaga meskipun kinerja sektor komoditas belakangan menunjukkan tren perbaikan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. Markus Dinarto mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan pembiayaan tahun ini, pihaknya berencana mengurangi penyaluran pembiayaan kendaraan niaga dan memacu pembiayaan pada segmen kendaraan penumpang.

Dia menuturkan, pada awalnya porsi pembiayaan antara kendaraan penumpang dan kendaraan niaga berimbang dengan kontribusi masing-masing sebesar 50 persen dari total pembiayaan yang disalurkan. Akan tetapi, lesunya kinerja sektor komoditas sejak 2015, menyebabkan permintaan pasar terhadap kendaraan niaga berkurang, sehingga perseroan memilih fokus kepada segmen kendaraan penumpang. 

Baca: Mau Kredit Mobil? BCA Tawarkan Bunga 3,6 Persen

“Sejak 2015 porsinya sudah kami turunkan menjadi sekitar 30 persen. Tahun ini porsi pembiayaan di segmen tersebut diperkirakan masih akan turun menjadi kisaran 20 persen, karena kami fokus ke mobil bekas penumpang,” kata Markus, belum lama ini.

Menurut Markus, permintaan pasar terhadap pembiayaan kendaraan niaga pada tahun ini diperkirakan belum pulih, meskipun kinerja sektor komoditas telah membaik. Dia menyatakan permintaan pasar terhadap pembiayaan kendaraan bekas justru menunjukkan tren kenaikan.

Untuk mencapai target per tumbuhan pembiayaan, perseroan mengubah portofolio pembiayaan. Sepanjang 2017, BPFI menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan Rp1,38 triliun atau tumbuh sekitar 69 persen jika dibandingkan dengan realisasi pembiayaan pada tahun lalu yang mencapai Rp 814,9 miliar. 

Baca: Berhemat Boleh Saja tapi Jangan Keterlaluan

Guna memacu pembiayaan, Markus mengungkapkan perseroan bakal memperbesar kontribusi bisnis dari segmen non-otomotif yang difokuskan untuk pembiayaan rumah. Dia menyebutkan, pada 2016 kontribusi pembiayaan rumah masih relatif kecil yaitu sekitar 4 persen. Pada 2017, porsinya akan ditingkatkan menjadi 15 persen dari total pembiayaan baru yang akan disalurkan.

BISNIS.COM

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi