Jadi Nakhoda Baru AISI, Ini Target Johannes Loman
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Selasa, 21 Maret 2017 15:45 WIB
Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor, Johannes Loman bersama brand ambassador Honda, JKT48 memperkenalkan All New Honda BeAT eSP di Jakarta 13 Agustus 2016. AHM meluncurkan All New Honda BeAT eSP serentak di 26 kota di seluruh Indonesia. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) baru saja melakukan pergantian tampuk kepemimpinan dengan menunjuk Johannes Loman menggantikan Gunadi Sindhuwinata sebagai Ketua Umum. Menurut  Johannes, keputusan itu dihasilkan dari rapat pada 24 Februari 2017 lalu. Namun formatur kepengurusan baru AISI baru akan dibentuk pada 24 Maret 2017.

Baca Juga: Pasar Sepeda Motor Masih Lesu, Penjualan Turun

Sebelumnya, Johannes menjabat sebagai Wakil Ketua I dalam struktur kepengurusan AISI. Johannes yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif di agen tunggal pemegang merek sepeda motor Honda di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM), tidak mencanangkan target muluk kecuali agar kelima perusahaan anggota AISI bisa menjalankan dan menumbuhkan bisnis mereka secara berkelanjutan.

Menurut Johannes, industri sepeda motor merupakan salah instrumen penting dalam perekonomian Indonesia mengingat banyaknya industri turunan yang terdampak. Mulai dari supplier atau vendor, perusahaan pembiayaan dan sebagainya, termasuk truk ekspedisi dan bengkel-bengkel di jalan, itu dampaknya besar sekali. "Jadi, sebagai Ketua AISI saya berusaha untuk selalu membuat bagaimana anggota-anggota bisa tumbuh secara sustainable," kata Johannes seperti dikutip dari Antara, Selasa 21 Maret 2017.

Johannes memprediksi pasar sepeda motor 2017 tidak akan mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan 2016 lalu yang berada di titik 5.931.285 unit.Kondisi perekonomian saat ini terlihat belum mengalami banyak perubahan sehingga hal serupa juga dinilai akan berlaku pada pasar sepeda motor.

Simak: Pasar Sepeda Motor 2017, Honda: Masih BeratBahkan, Johannes melihat berkembangnya transportasi berbasis aplikasi yang di antaranya mendorong penggunaan sepeda motor tidak akan menimbulkan lonjakan besar terhadap pasar kendaraan roda dua. "Kondisi ekonomi yang ada memang kelihatan belum banyak mengalami perubahan, tetapi memang sudah banyak harga komoditi yang bergerak naik. Nah memang harapannya (volume pasar sepeda motor) minimal sama dengan tahun lalu."

Turunnya pasar sepeda motor di Indonesia dari tahun ke tahun sejak menyentuh titik puncak pada 2014 silam di angka 7.867.285 unit menurut Johannes menjadi tantangan utama bagi dirinya sebagai Ketum AISI yang baru. Penurunan tersebut harus bisa direspon dengan peningkatan kreativitas yang bukan saja demi mempertahankan dan meningkatkan volume pasar jika kondisi ekonomi mendukung, tetapi juga menjadikan industri sepeda motor tetap berkelanjutan.

"Kalau saya lihat tantangan dengan pasar yang turun beberapa tahun ini kami harus lebih kreatif untuk bisa menjaga pasar dan harapan saya dengan pertumbuhan ekonomi yang baik akan meningkatkan penjualan," kata Johannes. "Penting bagaimana kami mengharapkan anggota melakukan kreativitas tinggi dalam meluncurkan produk-produk baru, menjaga pertumbuhan dan tetap menyediakan lapangan pekerjaan."

Baca: Motor Honda Terlaris, Disusul Yamaha dan KawasakiGuna menghadapi tantangan tersebut, Johannes meyakini para anggota AISI memiliki strategi masing-masing yang berbeda. Meski memimpin asosiasi ia tak bisa menyeragamkan strategi yang ditempuh para anggotanya."Jadi kami tidak bisa menyeragamkan. Berkompetisi juga di segmen yang berbeda-beda, jadi yang pasti kami harus menciptakan suatu industri yang sehat," kata Johannes.

Industri yang sehat, ucap Johannes, tidak hanya merujuk pada pasar sepeda motor, tetapi juga industri terkait seperti perusahaan pembiayaan. Ia  meyakini aktivitas ekspor para anggota AISI akan meningkat pada 2017. "Saya pikir bisa dua kali lipat dari tahun lalu."

ANTARA

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi