Gaikindo Terbuka Terhadap Pengembangan Mobil Listrik Nasional
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Rabu, 30 Agustus 2017 10:34 WIB
REUTERS/Tyrone Siu

TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terbuka terhadap pengembangan mobil listrik nasional (molina). Asosiasi yang saat ini menaungi 30 merek dari berbagai produsen luar negeri siap menampung produksi karya anak bangsa.

Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan sejauh ini belum ada perbincangan formal dari para pelaku usaha molina. “Mungkin suatu hari mereka [pelaku usaha molina] akan menghubungi kami. Kami [Gaikindo] hanya asosiasi yang menaungi 30 merek,” katanya di Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017. 

Baca: BPPT Siap Dukung Pengembangan Mobil Listrik

Jongkie mengatakan bahwa Gaikindo tidak punya kuasa untuk mendorong industri molina. Namun, sebagai asosias kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo sepenuhnya siap mendukung kebijakan pemerintah apabila nantinya akan memproteksi industri otomotif milik pelaku usaha dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengembangan Kendaraan Listrik Bermerek Nasional (Apklibernas) Sukotjo Herupramono mengatakan sudah berbicara secara informal dengan Gaikindo pada diskusi mobil beremisi rendah (LCEV) di Bali pekan lalu. Dia meminta agen pemegang merek berbagi pasar dengan pelaku usaha dalam negeri.

Simak: PLN Siapkan 1.000 Stasiun Charger Mobil Listrik Tahun Ini 

Mobil listrik nasional tidak akan mampu bersaing dengan produsen luar secara bebas. Apklibernas mengusulkan agar pemerintah membuat segmen pasar untuk memproteksi industri otomotif nasional.

Dalam usulan Peraturan Presiden, Apklibernas meminta kesempatan untuk produksi kendaraan bermotor listrik roda dua atau lebih dengan kapasitas daya listrik di bawah atau sama dengan 60 KW berikut komponen impor untuk keperluan produksi. “Jadi di segmen itu hanya oleh perusahaan dalam negeri yang telah memiliki izin industri dan izin produksi,” kata Sukotjo.

BISNIS.COM

#Otomotif
#Gaikindo

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi