Pengujian Mesin Moto2 Triumph, Ini Respon Kalex, KTM dan Suter
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Sabtu, 16 September 2017 21:55 WIB
Pembalap Moto2 Julian Simon mengetes mesin Triumph 765 cc di Sirkuit Aragon, Sabtu 9 September 2017. Sumber: Motorcycle.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pabrikan sasis berharap segera bisa menguji mesin Moto2 yang akan dipasok oleh pabrikan Triumph. Nantinya Triumph akan menggunakan mesin tiga silinder berkapasitas 765 cc menggantikan setelah 9 tahun menggunakan mesin Honda 600 cc.

Ketika pabrikan itu sangat antusias menguji mesin itu dengan sasis buatan mereka. Pengujian akan dilakukan pada waktu yang berbeda sesuai dengan kesiapan pabrikan sasis.

Kalex menyatakan ingin segera menyesuaikan sasis buatan mereka dengan mesin Triumph. "Tujuan kami adalah membawa prototipe pertama dengan mesin Triumph untuk bisa diluncurkan pada bulan November 2017," kata CEO Kalex Engineering Alex Baumgärtel.

Baca: Triumph Gantikan Honda di Moto2, Begini Performanya

Ia mengatakan pada pengujian nantinya akan fokus pada kekakuan sasis dan adaptasi sasis saat digunakan pada kecepatan tinggi. "Persisnya kapan, dengan siapa dan dimana diuji, kita masih harus menentukannya. Tapi kami harus secepatnya," ujarnya.

Di KTM, mungkin tidak ada peluncuran Moto2 dengan kemenangan sebelum musim semi 2018. Ia mengungkapkan kemungkinan sasisnya kurang lebih tetap, tapi ke ECU dari dell'Orto masih belum ada informasi, Apakah kontrol mesin ini bisa melakukan segalanya, apa ada yang diubah.

"Kami sekarang bekerja sangat keras pada mesin Triumph," kata Jens Hainbach, Vice President Road Racing di KTM. "Jadwal berikutnya sangat tergantung pada kapan kami mendapatkan mesin pertama dan barang elektroniknya. Lalu kita bisa merencanakan uji coba. "

Baca: Adaptasi untuk MotoGP, Triumph Gantikan Honda Pasok Mesin Moto2

Alex Giussani, Direktur Teknis Suter Industries, mengatakan tak akan menguji coba mesin Triumph tahun ini. Ia fokus pada suplai sasis untuk tim Kiefer Racing dan Dynavolt Intact GP. "Ini tidak akan terjadi sampai musim semi 2018."

SPEEDWEEK | EKO

#MotoGP
#MotoGP

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi