Mobil Bekas Ferrari Bisa Jadi Investasi, Ini Perhitungannya
Reporter: Bisnis.com
Editor: Eko Ari Wibowo
Senin, 4 Juni 2018 10:02 WIB
Mobil terbaru Ferrari 488 Pista saat diperkenalkan dalam acara Geneva International Motor Show ke-88 di Palexpo, Jenewa, Swiss, 6 Maret 2018. (Cyril Zingaro/Keystone via AP)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - PT Citra Langgeng Otomotif, Distributor resmi supercar Ferrari asal Italia ini mencatat penurunan harga 5-10 persen per tahun. "Model biasa 5-10 persen per tahun. Pemiliknya merasa depresiasi harga itu cukup kecil,” kata CEO Ferrari Indonesia Arie Christopher di Jakarta, belum lama ini. Bahkan, beberapa model yang termasuk edisi spesial dipastikan harga jualnya akan naik. Menurut Arie, edisi terbatas bisa dihitung sebagai aset yang harganya terus naik, seperti tanah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hal itu yang menyebabkan program trade in Ferrari Indonesia terbilang sukses. Perusahaan mencatat secara rata-rata konsumen Indonesia mengganti mobil lama dengan mobil baru dalam dua tahun.

“Rata-rata itu dua tahun tukar dengan mobil baru. Ada juga yang menyimpan untuk waktu yang lama, ada juga yang untuk seumur hidup,” kata Arie.

Dia melanjutkan, setiap tahun program tukar-tambah menyumbang 30 persen terhadap kinerja perusahaan. Sebanyak 70 persen sisanya adalah konsumen yang tidak menukarkan Ferrari lamanya.

Ferrari Indonesia mencatat, trade in menjadi satu penyelamat di tengah stagnasi pasar selama dua tahun terakhir. Program ini menstimulus konsumen untuk membeli mobil baru dan juga memastikan ketersediaan stok pre owned division atau divisi penjualan mobil bekas.

Baca: Ini Dia 10 Merek Mobil Paling Populer di Instagram

Divisi tersebut selama dua tahun terakhir mencatat pertumbuhan signifikan. Perusahaan mengklaim permintaan Ferrari tangan kedua naik 50 persen sepanjang tahun lalu dibanding 2016. “Kondisinya begini, di mana penjualan tengah lesu, di situ pula pre owned business akan naik,” kata Arie.

Ferrari Indonesia yang berdiri sejak 2001 mencatat populasi mobil berlambang kuda jingkrak sudah mencapai 500 unit di Indonesia. Sebanyak 90 persen di antaranya berumur kurang dari 20 tahun, sedangkan sisanya lebih tua dari itu dan tergolong Ferrari klasik.

BISNIS

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi